Selain Obat-obatan, Dua Terapi Ini Diyakini Bisa Sembuhkan Fobia

Irwan Febri Rialdi | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 08 September 2020 | 18:04 WIB
Selain Obat-obatan, Dua Terapi Ini Diyakini Bisa Sembuhkan Fobia
Ilustrasi fobia di tempat ramai. (Shutterstock)

Suara.com - Para peneliti masih belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan fobia. Sebuah studi menunjukkan kemungkinan terdapat 'interaksi' yang kompleks dari berbagai faktor, seperti genetik, kimia otak, pemicu lingkungan, dan perilaku.

Selama ini, dua pendekatan utama untuk mengobati fobia adalah penggunaan obat-obatan dan psikoterapi.

Banyak profesional percaya bahwa penyebab utama fobia adalah pemicu lingkungan dan perilaku. Mereka berpendapat bahwa fobia merupakan respons yang dipelajari terhadap rangsangan.

Dengan 'tidak mempelajari' responsnya, fobia bisa disembuhkan. Inilah mengapa ada psikoterapi sebagai pengobatan pilihan lainnya.

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa banyak orang yang mengombinasikan terapi dan obat-obatan untuk menyembuhkan fobia mereka.

Ilustrasi fobia ketinggian. (Shutterstock)
Ilustrasi fobia ketinggian. (Shutterstock)

Dilansir Very Well Mind, berikut dua terapi yang bisa dijalani dalam pengobatan untuk fobia:

1. Terapi Perilaku Kognitif

Terapi perilaku kognitif (CBT) sering kali merupakan pengobatan lini pertama untuk fobia. Ini dapat membantu pengidap mengatasi pikiran negatif yang menyebabkan reaksi fobia, mengajarinya untuk secara bertahap mengubah cara berpikir untuk mengatasi rasa takut.

2. Terapi eksposur

Terapi ini secara bertahap memaparkan pengidap pada situasi yang ditakuti dengan tujuan mengurangi kepekaan dan mengurangi kecemasan.

Terapi eksposur sering kali menjadi bagian dari program perawatan perilaku kognitif, tetapi juga dapat dimasukkan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum proses eksposur dimulai, pasien terlebih dahulu mempelajari teknik relaksasi agar mereka tetap tenang saat menghadapi ketakutannya.

Langkah selanjutnya adalah berlatih menggunakan strategi relaksasi ini secara bertahap dan progresif menghadapi objek atau situasi yang ditakuti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Latihan Gerakan Mata Cepat Bisa Bantu Atasi Fobia, Begini Caranya!

Latihan Gerakan Mata Cepat Bisa Bantu Atasi Fobia, Begini Caranya!

Health | Senin, 07 September 2020 | 10:50 WIB

20 Tahun fobia Sayur dan Buah, Perempuan Ini Bisa Sembuh dengan Hipnoterapi

20 Tahun fobia Sayur dan Buah, Perempuan Ini Bisa Sembuh dengan Hipnoterapi

Health | Sabtu, 29 Agustus 2020 | 01:05 WIB

Tips Mengatasi Fobia Naik Pesawat Terutama di Masa Pandemi

Tips Mengatasi Fobia Naik Pesawat Terutama di Masa Pandemi

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2020 | 21:00 WIB

Terkini

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB