Ini Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Kematian Mendadak akibat Jantung

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Rabu, 09 September 2020 | 10:14 WIB
Ini Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Kematian Mendadak akibat Jantung
Ilustrasi jantung. (Dok : Regency Specialist Hospital)

Suara.com - Apa itu kematian mendadak akibat?
Kematian mendadak akibat jantung adalah suatu kondisi di mana seseorang meninggal karena serangan jantung mendadak dan tak terduga. Ini menghancurkan bagi keluarga dan komunitas.

Seberapa umum kematian mendadak akibat jantung?
Paling sering pada orang dewasa di usia 30-an hingga 40-an, dan mempengaruhi pria dua kali lebih sering daripada wanita. Pria cenderung menderita penyakit jantung pada usia yang lebih muda mungkin karena gaya hidup dan hormon.

Penggunaan tembakau dan juga pola makan tidak sehat yang tinggi lemak dan kolesterol akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Wanita memiliki perlindungan hormon alami terhadap penyakit kardiovaskular sebelum menopause yang mengurangi terjadinya penyakit kardiovaskular. Kondisi ini jarang terjadi pada anak-anak, hanya mempengaruhi 1 hingga 2 per 100.000 anak setiap tahun.

Siapa yang berisiko mengalami kematian mendadak akibat jantung?
Orang-orang yang memiliki riwayat serangan jantung sebelumnya, fungsi jantung yang buruk, riwayat keluarga kematian jantung mendadak dan beberapa jenis kelainan jantung diwarisi.

Bagaimana terjadinya?
Kematian jantung yang paling tiba-tiba disebabkan oleh irama jantung abnormal, yang disebut aritmia. Aritmia yang paling mengancam jiwa adalah fibrilasi ventrikel, yang merupakan penembakan impuls yang tidak teratur dan tidak teratur dari ruang bawah jantung.

Ketika ini terjadi, jantung tidak dapat memompa darah dan kematian akan terjadi dalam beberapa menit, jika tidak diberi rawat.

Apa penyebabnya?
Sebagian besar kasus kematian jantung mendadak berhubungan dengan penyakit kardiovaskular yang tidak terdeteksi. Pada populasi yang lebih muda, kematian jantung mendadak sering disebabkan oleh kelainan jantung bawaan, sedangkan pada populasi yang lebih tua (35 tahun ke atas), penyebabnya lebih sering terkait dengan penyakit arteri koroner.

Apa saja peringatan merah untuk kematian jantung mendadak?
• Sakit dada
• Pusing atau pusing waktu olahraga
• Pingsan
• Kelainan jantung yang diwarisi/ kelahiran
• Riwayat keluarga yang juga ada tentang masalah jantung atau kematian mendadak yang tidak dapat dijelaskan
• Kebiasaan narkoba atau merokok
• Denyut jantung
• Operasi / prosedur jantung sewaktu muda

Apa olahraga yang umumnya dikaitkan dengan kematian jantung mendadak?
• Sepak Bola
• Basket
• Bulu tangkis
• Maraton

Bagaimana mencegah kematian mendadak akibat?
Pemeriksaan kesehatan seperti EKG dan pemeriksaan fisik mungkin tidak cukup untuk mendeteksi kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan kematian jantung mendadak. Oleh karena itu, mereka yang berisiko tinggi kematian jantung mendadak harus menghindari olahraga kompetitif dan harus mencari bantuan medis segera jika ada peringatan merah kematian jantung mendadak.

Tergantung pada kondisi yang mendasarinya, perawatan medis atau bedah mungkin sesuai untuk mengurangi risiko kematian mendadak Anda. Opsi lain bagi sebagian orang, adalah cardioverter defibrillator (ICD) implan bertenaga baterai. Alat ini ditanamkan di dada yang akan terus memonitor detak jantung. Jika irama jantung abnormal yang mengancam jiwa terjadi, ICD akan menghasilkan kejutan listrik untuk mengembalikan irama jantung yang normal.

Bagi orang yang menderita serangan jantung mendadak tanpa ICD, mesin Defibrillator Eksternal Otomatis (AED) yang sekarang tersedia di sebagian besar area publik seperti pusat perbelanjaan besar, bandara, atau lembaga kesehatan mungkin menyelamatkan jiwa. Pasien dan masyarakat harus sadar akan kondisi jantung mereka dan tahu kapan harus mencari bantuan medis.

Dr Ang Kai Ping @ Hong Kai Bin
Kardiologi dan penyakit dalam
(khusus dalam Elektrofisiologi dan Pacing Jantung)
Regency Specialist Hospital, Johor
Tel:+607-381 7778

Jika Anda, keluarga atau orang terdekat ingin berkonsultasi dengan Dr Ang Kai Ping, cek jadwal Dokter, dan ingin mengetahui estimasi biaya Berobat di Regency Specialist Hospital Silahkan menghubungi kantor Perwakilan Regency Specialist Hospital.

Kantor Pelayanan & Informasi Regency Specialist Hospital
Jl. Baratajaya XIX/31C, Surabaya
Telp. 031 5020588
HP/WA 083830028050

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Bulan Setelah Sembuh Pasien Covid-19 Parah Masih Alami Kerusakan Paru

3 Bulan Setelah Sembuh Pasien Covid-19 Parah Masih Alami Kerusakan Paru

Health | Rabu, 09 September 2020 | 05:32 WIB

Dedi Mulyadi Terus Terkenang Pedagang Kripik yang Meninggal Saat Bersamanya

Dedi Mulyadi Terus Terkenang Pedagang Kripik yang Meninggal Saat Bersamanya

Jabar | Selasa, 08 September 2020 | 16:33 WIB

Makan Makanan Cepat Saji Seminggu Sekali Tingkatkan Risiko Jantung Koroner

Makan Makanan Cepat Saji Seminggu Sekali Tingkatkan Risiko Jantung Koroner

Health | Selasa, 08 September 2020 | 13:47 WIB

Lesi Nyeri di Kulit Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung, Begini Cirinya!

Lesi Nyeri di Kulit Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung, Begini Cirinya!

Health | Selasa, 08 September 2020 | 08:17 WIB

Studi: Kerusakan Paru-Paru dan Jantung akibat Covid-19 Sembuh Seiring Waktu

Studi: Kerusakan Paru-Paru dan Jantung akibat Covid-19 Sembuh Seiring Waktu

Health | Selasa, 08 September 2020 | 06:30 WIB

Lelaki Asal Koja Tewas Karena Konsumsi Obat Kuat, Coba Kenali Risikonya!

Lelaki Asal Koja Tewas Karena Konsumsi Obat Kuat, Coba Kenali Risikonya!

Health | Senin, 07 September 2020 | 15:31 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB