Studi Universitas Lund: Menyanyi dengan Keras Bisa Menyebarkan Virus Corona

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Senin, 14 September 2020 | 20:57 WIB
Studi Universitas Lund: Menyanyi dengan Keras Bisa Menyebarkan Virus Corona
Ilustrasi seorang perempuan tengah menikmati musik sambil bernyanyi. [Bruce Mars/Unsplash]

Suara.com - Bagi beberapa orang, menyanyi bisa menjadi antidepresan alami yang membuat mood naik dam mengurangi stres. Penelitian menunjukkan bernyanyi memicu pelepasan endorfin, zat kimia otak yang membuat perasaan senang atau bahagia.

Namun, dalam masa pandemi Covid-19 seperti ini, menyanyi bisa menjadi faktor penyebaran virus corona, lho!

Sebuah penelitian yang baru-baru ini terbit dalam jurnal Aerosol Science and Technology memperingatkan bahwa bernyanyi, terutama nyanyian keras dan mengandung banyak konsonan, dapat meningkatkan penyebaran virus corona.

Sebab, dilansir The Health Site, saat bernyanyi kita mengeluarkan banyak partikel aerosol dan tetesan ke udara sekitarnya.

Jika penyanyi adalah seseorang yang terinfeksi virus corona jenis baru, partikel aerosol ini dapat berkontribusi pada peningkatan penyebaran penyakit.

Ilustrasi bernyanyi (Shutterstock)

Dalam studi baru ini, peneliti dari Lund University (LU) di Swedia berusaha mencari tahu berapa banyak partikel aerosol dan tetesan yang sebenarnya kita hembuskan saat bernyanyi.

Peneliti merekrut 12 penyanyi sehat dan dua orang penderita Covid-19. Tujuh peserta adalah penyanyi opera profesional.

Selama pengujian lagu ditemukan, meski beberapa droplet sangat besar sehingga hanya bergerak beberapa desimeter dari mulut sebelum jatuh, tetesan yang lebih kecil terus melayang selama beberapa menit.

Lebih lanjut, pelafalan konsonan melepaskan tetesan yang sangat besar, dengan huruf 'B' dan 'P' sebagai penyebar aerosol terbesar. Semain keras dan kuat lagu tersebut, semakin besar konsentrasi aerosol dan tetesannya.

baca juga

Pasien Covid-19 dapat menyebarkan infeksi saat bernyanyi

Tim juga melakukan pengukuran virus di udara saat kedua pengidap Covid-19 bernyanyi.

Meskipun sampel udara mereka tidak mengandung jumlah virus yang dapat dideteksi peneliti, aerosol dari pasien Covid-19 mungkin masih menimbulkan risiko infeksi saat bernyanyi.

Menurut mereka, ini mungkin saja terjadi karena viral load dapat bervariasi di berbagai saluran udara dan pada orang-orang yang berbeda.

Dalam penelitian ini, pemakaian masker sederhana pun dapat membantu memblokir sebagian besar aerosol dan tetesan yang dipaparkan penyanyi.

Saat penyanyi itu mengenakan masker, tingkat aerosol dan tetesan air berkurang, hingga sebanding dengan kemampuan bicara biasa.

Ini tidak berarti bahwa seseorang harus berhenti bernyanyi selama pandemi virus corona, tetapi harus dilakukan dengan tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi, tandas peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Universitas Yale: Virus Corona Masuk ke Sel Otak & Sebabkan Kerusakan

Studi Universitas Yale: Virus Corona Masuk ke Sel Otak & Sebabkan Kerusakan

Health | Senin, 14 September 2020 | 20:12 WIB

Demi Anak Senang, Ayah Ini Tak Malu Memakai Gaun dan Menyanyi Frozen

Demi Anak Senang, Ayah Ini Tak Malu Memakai Gaun dan Menyanyi Frozen

Tekno | Sabtu, 18 April 2020 | 16:30 WIB

Naik ke Panggung, Afgan dan Vidi Aldiano Temani BCL Menyanyi

Naik ke Panggung, Afgan dan Vidi Aldiano Temani BCL Menyanyi

Entertainment | Sabtu, 29 Februari 2020 | 10:59 WIB

Terkini

Ulasan Film Istimewa: Kisah Perjuangan Anak Disabilitas yang Menginspirasi

Ulasan Film Istimewa: Kisah Perjuangan Anak Disabilitas yang Menginspirasi

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 16:00 WIB

Lagi! Penembakan di Sekolah Filipina, 2 Orang Tewas

Lagi! Penembakan di Sekolah Filipina, 2 Orang Tewas

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:59 WIB

Guru PPPK Jadi Penuh Waktu, DPR: Jangan Cuma Ubah Status, Tingkatkan Juga Mutu Pendidikan!

Guru PPPK Jadi Penuh Waktu, DPR: Jangan Cuma Ubah Status, Tingkatkan Juga Mutu Pendidikan!

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:58 WIB

10 Tahun Evolusi InstaView, Kulkas Tak Lagi Sekadar Tempat Simpan Makanan

10 Tahun Evolusi InstaView, Kulkas Tak Lagi Sekadar Tempat Simpan Makanan

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 15:51 WIB

Seperti Hilang Arah, 4 Novel Tema Keterasingan Ini Pertanyakan Eksistensi

Seperti Hilang Arah, 4 Novel Tema Keterasingan Ini Pertanyakan Eksistensi

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 15:50 WIB

Bukan Cuma Kesehatan! Muhammadiyah Ungkap Alasan Minta Rokok dan Vape Diberi Label Nonhalal

Bukan Cuma Kesehatan! Muhammadiyah Ungkap Alasan Minta Rokok dan Vape Diberi Label Nonhalal

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:43 WIB

Menkeu Suahasil Segera Kembalikan Kelebihan Pembayaran Pajak Pengusaha

Menkeu Suahasil Segera Kembalikan Kelebihan Pembayaran Pajak Pengusaha

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 15:40 WIB

Harga iPhone 15 September 2026: Masih Layak Dibeli atau Pilih iPhone 17e?

Harga iPhone 15 September 2026: Masih Layak Dibeli atau Pilih iPhone 17e?

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 15:36 WIB

Warna Lipstik yang Bagus untuk Usia 40-an, Ini Pilihan yang Bikin Wajah Segar

Warna Lipstik yang Bagus untuk Usia 40-an, Ini Pilihan yang Bikin Wajah Segar

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 15:35 WIB

Kotoran Manusia Diubah Jadi Campuran Beton, Hasilnya Makin Kokoh

Kotoran Manusia Diubah Jadi Campuran Beton, Hasilnya Makin Kokoh

News | Jum'at, 18 September 2026 | 15:29 WIB

×