Studi: Kadar Vitamin D dalam Darah Bisa Prediksi Risiko Penyakit pada Pria

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 15 September 2020 | 09:31 WIB
Studi: Kadar Vitamin D dalam Darah Bisa Prediksi Risiko Penyakit pada Pria
Ilustrasi suplemen vitamin D. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa risiko penyakit pada pria yang menua bisa diprediksi sejak dini melalui kandungan vitamin D dalam darah. Hal ini dinyatakan oleh ahli endoktrin Prof. Dr. Leen Antonio dari University Hospitals Leuven di Belgia dan tim peneliti Eropa. 

Melansir dari Medical News Today, temuan tersebut telah disampaikan dalam konferensi Kongres Endokrinologi Eropa (e-ECE 2020) ke-22 pada awal September.

Untuk menyelidiki apakah metabolit vitamin D dapat memprediksi masalah kesehatan dengan lebih baik, tim peneliti membandingkan tingkat vitamin D bebas dan vitamin D total dalam tubuh pria dengan mempertimbangkan usia, indeks massa tubuh (BMI), dan gaya hidup mereka.

Penemuan ini menunjukkan bahwa meskipun metabolit vitamin D bebas dan terikat terkait dengan risiko kematian yang lebih tinggi, hanya 25-hidroksivitamin D bebas yang dapat memprediksi masalah kesehatan di masa mendatang.

“Data ini lebih jauh menegaskan bahwa kekurangan vitamin D dikaitkan dengan dampak negatif pada kesehatan umum dan dapat memprediksi risiko kematian yang lebih tinggi,” jelas Dr. Antonio.

“Data kami sekarang menunjukkan bahwa kadar 25-hidroksivitamin D total dan bebas adalah ukuran yang lebih baik dalam memprediksi risiko kesehatan di masa depan pada pria,” imbuhnya.

Menurut para peneliti, penyelidikan lebih lanjut tentang kadar vitamin D dan hubungannya dengan kesehatan cukup menjanjikan untuk perawatan kesehatan di masa mendatang. 

Ilustrasi lansia sakit. (Pixabay)
Ilustrasi lansia sakit. (Pixabay)

Secara umum vitamin D penting untuk menjaga kesehatan tulang dan melindungi dari infeksi dan penyakit. Kekurangan vitamin D sangat umum terjadi pada orang tua. 

Penelitian menunjukkan vitamin D penting dalam melindungi diri dari berbagai kondisi kesehatan yang terkait dengan penuaan. Para peneliti telah mengaitkan kadar vitamin D yang rendah dalam darah dengan masalah kesehatan utama terkait usia.

Beberapa masalah kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D, antara lain:

  • Osteoporosis
  • Peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular
  • Kanker
  • Diabetes tipe 2
  • Penurunan kognitif 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zodiak Kesehatan 15 September 2020: Aries Tertekan, Taurus Kewalahan

Zodiak Kesehatan 15 September 2020: Aries Tertekan, Taurus Kewalahan

Health | Selasa, 15 September 2020 | 07:23 WIB

Waduh! Laki-laki di Sukoharjo Paling Abai Menerapkan Protokol Kesehatan

Waduh! Laki-laki di Sukoharjo Paling Abai Menerapkan Protokol Kesehatan

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2020 | 08:00 WIB

Dampak 115 Dokter Meninggal, 300 Ribu Penduduk Kehilangan Pelayanan Medis

Dampak 115 Dokter Meninggal, 300 Ribu Penduduk Kehilangan Pelayanan Medis

Video | Selasa, 15 September 2020 | 07:30 WIB

Terkini

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB