Bayi Lahir dari Ibu Depresi Alami Peningkatan Denyut Jantung, Apa Efeknya?

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 15 September 2020 | 11:13 WIB
Bayi Lahir dari Ibu Depresi Alami Peningkatan Denyut Jantung, Apa Efeknya?
Ilustrasi ibu kelelahan dan stres [shutterstock]

Suara.com - Sebuah studi baru menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir dari ibu yang mederita depresi atau kecemasan memiliki tanda stres secara fisiologis sejak dini. 

Bayi-bayi ini disebut memiliki peningkatan denyut jantung secara signifikan. Hal tersebut yang dikhawatirkan dapat menyebabkan tekanan emosional yang membekas saat bayi saat tumbuh dewasa. 

Melansir dari Medical Xpress, interaksi ibu dan bayi terutama pada bulan-bulan awal kelahiran sangat berperan dalam perkembangan kesehatan anak. Beberapa ibu, terutama yang menderita gangguan suasana hati seperti depresi, kecemasan, atau depresi pasca persalinan, mengalami kesulitan dalam mengontrol emosi pada bayi. 

Sayangnya masalah gangguan suasana hati sering terjadi selama kehamilan dan periode pascapartum, terjadi pada 10-20 persen wanita.

Ilustrasi baby blues [shutterstock]
Ilustrasi baby blues [shutterstock]

Pada temuan awal mereka, peneliti Jerman telah menunjukkan bahwa bayi dari ibu yang memiliki gangguan kecemasan atau depresi mengalami peningkatan denyut jantung yang signifikan dengan rata-rata 8 denyut per menit lebih banyak daripada bayi dari ibu yang sehat.

"Sepengetahuan kami, ini adalah pertama kalinya efek fisik ini terlihat pada bayi berusia 3 bulan. Hal ini dapat memengaruhi sistem stres fisiologis lain di mana mengarah pada masalah psikologis yang membekas hingga dewasa," kata peneliti Fabio Blanco-Dormond dari Universitas Heidelberg.

Dalam penelitian ini, para peneliti merekrut 50 ibu dan bayinya di mana 20 ibu menunjukkan depresi atau gangguan kecemasan sementara  30 lainnya dinyatakan sehat.

"Kami menemukan bahwa jika seorang ibu merasa cemas atau depresi, bayi mereka memiliki respons fisiologis yang lebih sensitif terhadap stres selama tes penelitian daripada bayi dari ibu yang sehat," kata Blanco-Dormond.

"Ini adalah temuan awal, jadi kami perlu mengulanginya dengan sampel yang lebih besar untuk memastikan bahwa hasilnya konsisten", imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti AS: Kecemasan akibat Covid-19 Tak Bisa Diatasi dengan Olahraga

Peneliti AS: Kecemasan akibat Covid-19 Tak Bisa Diatasi dengan Olahraga

Health | Senin, 14 September 2020 | 15:31 WIB

Gejala Kekurangan Vitamin B12 dan Berita Health Populer Lainnya

Gejala Kekurangan Vitamin B12 dan Berita Health Populer Lainnya

Health | Minggu, 13 September 2020 | 18:50 WIB

Kecemasan Bisa Jadi Tanda Tekanan Darah Tinggi, Ini Hubungannya

Kecemasan Bisa Jadi Tanda Tekanan Darah Tinggi, Ini Hubungannya

Health | Minggu, 13 September 2020 | 11:01 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB