Studi: Bakteri Jadi Alasan Keparahan Diabetes dan Obesitas Akibat Covid-19

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Rabu, 16 September 2020 | 10:29 WIB
Studi: Bakteri Jadi Alasan Keparahan Diabetes dan Obesitas Akibat Covid-19
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam eLife menunjukkan bahwa bakteri dalam tubuh bisa memengaruhi keparahan akibat Covid-19. Hal ini yang kemudian bisa menjelaskan mengapa orang dengan diabetes dan obesitas memiliki risiko lebih tinggi akibat Covid-19. 

Melansir dari Medicalxpress ulasan ini menawarkan wawasan mekanis yang penting tentang mengapa orang dengan obesitas dan diabetes berisiko lebih tinggi mengembangkan keparahan setelah terinfeksi virus Covid-19. Mereka juga lebih sering membutuhkan rawat inap serta ventilator

"Ada bukti yang menyoroti bahwa obesitas dan diabetes tipe 2 sebagai faktor risiko utama yang terkait dengan keparahan infeksi Covid-19, tetapi hubungan mendetail dengan faktor risiko ini sebagian besar masih belum diketahui," kata penulis Philipp Scherer, Profesor di Departemen Penyakit Dalam dan Direktur Touchstone Diabetes Center, di University of Texas Southwestern Medical Center, Dallas, AS. 

"Ada paradoks bahwa orang dengan obesitas dan diabetes umumnya  pulih lebih baik saat mengalami masalah paru-paru daripada penyakit lain. Jadi, ada apa dengan Covid-19 yang membuat kelompok orang ini lebih rentan?" imbuhnya.

Menurut Scherer faktor yang diketahui berpengaruh dalam perkembangan penyakit paru-paru adalah bakteri tubuh. Normalnya orang membawa lebih dari 100 triliun bakteri di dalam tubuh kita melebihi jumlah sel.

Sementara orang dengan obesitas dan diabetes diperkirakan menderita penyebaran bakteri dan zat yang diproduksi di seluruh tubuh yang pada gilirannya menyebabkan peradangan berkelanjutan tingkat rendah di berbagai jaringan. Tim tersebut mempertimbangkan bagaimana bakteri inang dapat memengaruhi tingkat keparahan Covid-19.

"Meskipun semua mekanisme potensial ini dapat berkontribusi pada keparahan Covid-19, kami percaya bahwa salah satunya memainkan peran utama,dan ini harus ada tidak hanya pada pasien obesitas dan diabetes, tetapi juga pada kelompok lain dengan peningkatan risiko dalam Covid-19," Scherer menjelaskan.

Ilustrasi obesitas

Para penulis menyatakan bahwa Covid-19, bersama dengan obesitas atau diabetes bisa menyebabkan gangguan fungsi penghalang usus, yang memungkinkan bakteri dan racun bocor ke sirkulasi. Di paru-paru, bakteri dan racun ini bekerja dengan virus untuk menyebabkan cedera paru yang lebih parah.

"Teori kami didukung oleh eksperimen yang menunjukkan bahwa kombinasi infeksi bakteri dan virus dapat menyebabkan badai sitokin, reaksi peradangan ekstrem yang merupakan ciri khas Covid-19," kata Scherer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Dirut Bank Banten Positif Corona, Hilang Rasa dan Penciuman

Cerita Dirut Bank Banten Positif Corona, Hilang Rasa dan Penciuman

Banten | Rabu, 16 September 2020 | 08:37 WIB

Waduh, Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca di AS Masih Ditunda

Waduh, Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca di AS Masih Ditunda

Tekno | Rabu, 16 September 2020 | 08:05 WIB

Vaksin Virus Corona Buatan China Diklaim Siap Untuk Umum November Mendatang

Vaksin Virus Corona Buatan China Diklaim Siap Untuk Umum November Mendatang

Health | Rabu, 16 September 2020 | 07:55 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB