alexametrics

Obat Rheumatoid Arthritis & Remdesivir Bisa Kurangi Masa Pemulihan Covid-19

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Obat Rheumatoid Arthritis & Remdesivir Bisa Kurangi Masa Pemulihan Covid-19
Ilustrasi pasien corona. [Antara/Reuters/Flavio Loscalzo]

Kombinasi obat baricitinib (untuk menyembuhkan rheumatoid arthritis) dengan remdesivir ini disponsori oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID).

Suara.com - Eli Lilly and Company mengumumkan data awal terkait pengobatan kombinasi yang ternyata dapat mempersingkat waktu pemulihan pasien Covid-19, Senin (14/9/2020).

Mereka menggunakan kombinasi obat baricitinib (untuk menyembuhkan rheumatoid arthritis) dengan remdesivir dalam uji coba.

Uji coba yang disponsori oleh National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) ini dimulai pada 8 Mei lalu dan melibatkan lebih dari 1.000 pasien virus corona.

Percobaan dilakukan untuk menilai keamanan dan kemanjuran dosis baricitinib 4 mg dengan remdesivir, dibandingkan dengan remdesivir saja.

Baca Juga: Sekda DKI Saefullah Meninggal Terinfeksi Covid-19

Sebelumnya, dalam sebuah studi terpisah menunjukkan remdesivir dapat mengurangi waktu pemulihan sebanyak empat hari, dibandingkan dengan plasebo.

Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]
Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pun sudah memberikan izin penggunaan remdesivir sebagai obat eksperimental infeksi virus corona pada 1 Mei 2020.

"Ada kebutuhan mendesak untk mengidentifikasi pengobatan Covid-19, dan kami akan terus bekerja dengan NIAID untuk memahami data ini dan langkah selanjutnya tentang peran baricitinib," kata Patrik Jonsson, wakil presiden senior Lilly dan presiden Lilly Bio-Medicines.

Beradasarkan data ini, Lilly mengatakan akan mulai membahas potensi otorisasi pengunaan darurat baricitinib dosis 4 mg untuk pasien Covid-19.

NIAID berharap rianican penelitian ini dapat dipublikasikan dalam jurnal peer-review. FDA telah menyetujui obat ini untuk perawatan pasien rheumatoid arthritis di AS dengan dosis harian 2 mg.

Baca Juga: Duh, Pandemi Covid-19 Tidak Bikin Kebiasaan Merokok Berkurang

Komentar