Ahli: Azitromisin untuk Lawan Covid-19 Bisa Picu Masalah Jantung

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Shevinna Putti Anggraeni
Ahli: Azitromisin untuk Lawan Covid-19 Bisa Picu Masalah Jantung
Ilustrasi obat. (Sumber: Shutterstock)

Sebuah penelitian masih mencari tahu efek konsumsi obat azitromisin untuk melawan virus corona Covid-19 karena bisa memicu masalah jantung.

Suara.com - Azritomisin adalah antibiotik yang sedang diselidiki untuk pengobatan pasien virus corona Covid-19. Hubungan antara azitromisin dengan kesehatan jantung juga telah diselidiki.

Pada 2012 silam, FDA mengeluarkan peringatan yang menyatakan bahwa azitromisin berkaitan dengan masalah jantung. Namun, penelitian selanjutnya memberikan hasil yang beragam.

Para peneliti dari University of Illinois Chicago telah menemukan bahwa azitromisin berkaitan dengan peningkatan masalah jantung.

Bila obat itu dikonsumsi dengan obat lain yang memengaruhi fungsi listrik jantung, maka risiko masalah jantung juga meningkat.

Baca Juga: Studi Terbaru: Pembasmi Gulma Bisa Bunuh Virus Corona dalam 10 Detik

"Temuan kami mestinya membuat para peneliti dan dokter mempertimbangkan azitromisin sebagai pengobatan potensial untuk pasien virus corona Covid-19," kata Haridarshan Patel, seorang peneliti di departemen sistem farmasi, di UIC College of Pharmacy, dikutip dari Times of India.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Patel dan timnya menemukan bahwa azitromisin yang diminum bersama dengan obat lain akan memengaruhi impuls listrik jantung. Kombinasi itu terkait dengan peningkatan 40 persen masalah jantung, termasuk pingsan, jantung berdebar-debar dan serangan jantung.

Menurut studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open, obat yang memengaruhi impuls listrik jantung, khususnya interval dalam ritme elektrik, disebut interval QT atau pemanjangan QT.

Obat ini termasuk obat tekanan darah, seperti ACE inhibitor dan beta-blocker, beberapa antidepresan dan anti-malaria, seperti hydroxychloroquine dan chloroquine.

"Karena obat-obat perpanjangan QT digunakan begitu umum. Maka, temuan kami menyarankan bahwa dokter yang meresepkan azitromisin harus memastikan pasien juga tidak menggunakan obat perpanjangan QT," jelasnya.

Baca Juga: Benarkah Pemakaian Masker Bisa Membentuk Kekebalan? Ini Kata Ahli!

Dalam studi sebelumnya, Patel dan rekan menemukan bahwa satu dari lima orang yang diresepkan azitromisin juga mengonsumsi obat yang memperpanjang QT.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS