Pengembangan Terapi Covid-19 Lebih Rumit dari Pembuatan Vaksin Virus Corona

Rauhanda Riyantama | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 19 September 2020 | 16:05 WIB
Pengembangan Terapi Covid-19 Lebih Rumit dari Pembuatan Vaksin Virus Corona
Ilustrasi obat [shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan masih mengupayakan pengobatan maupun vaksin untuk Covid-19. Hingga kini, informasi yang selau kita dapatkan adalah beberapa vaksin virus corona yang sudah mulai memasuki tahap ketiga, yaitu uji klinis terhadap manusia.

Berkaitan dengan ini, editor jurnal ternama membahas Operation Warp Speed dan tanggapan pemerintah AS terhadap Covid-19, yang sebagian besar berfokus pada terapi atau pengobatan.

Fox News melaporkan, Operation Warp Speed adalah rencana pemerintah AS untuk segera meningkatkan pengembangan dan produksi vaksin, terapi, dan diagnostik.

“Terapi, dalam satu hal, lebih rumit daripada vaksin. Ada sejumlah pendekatan untuk vaksinasi dan sejumlah titik akhir yang serupa, tetapi untuk terapi, ada banyak sekali target dan sasaran," kata Dr. Eric Rubin, pemimpin redaksi New England Journal of Medicine (NEJM).

Rubin menjelaskan bahwa terapi dapat dilakukan dengan sejumlah pendekatan, seperti mencoba menargetkan virus, menargetkan host atau menargetkan keduanya. Semua ini tentu memiliki konsekuensi yang berbeda.

Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]
Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]

Para peneliti dapat memilih molekul sintetis kecil atau makromolekul biologis besar. Hal ini juga memiliki cara pengembangan yang berbeda, katanya.

"Waktu pengembangan dari penemuan hingga terbentuknya obat yang efektif bahkan lebih kama daripada vaksin, seringkali diperpanjang hingga puluhan tahun," sambungnya, dilansir Fox News.

Operation Warp Speed menetapkan tiga kriteria terapi yang dapat mereka dukung, yaitu kandidat harus siap untuk pengujian klinis musim gugur ini, harus ada data praklinis yang kuat yang mendukung penggunaannya, dan setiap kandidat yang dipilih harus dapat dikirimkan dalam skala besar pada akhir 2020.

Namun, Rubin mengatakan kriteria tersebut sangat membatasi calon terapi potensial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terapi Plasma Darah Ternyata Tidak Kurangi Risiko Kematian Akibat Covid-19

Terapi Plasma Darah Ternyata Tidak Kurangi Risiko Kematian Akibat Covid-19

Health | Jum'at, 11 September 2020 | 06:55 WIB

Selain Obat-obatan, Dua Terapi Ini Diyakini Bisa Sembuhkan Fobia

Selain Obat-obatan, Dua Terapi Ini Diyakini Bisa Sembuhkan Fobia

Health | Selasa, 08 September 2020 | 18:04 WIB

Atasi Gejala Covid-19 Jangka Panjang, Dokter Ini Melayani Terapi Jarak Jauh

Atasi Gejala Covid-19 Jangka Panjang, Dokter Ini Melayani Terapi Jarak Jauh

Health | Senin, 31 Agustus 2020 | 11:31 WIB

Terkini

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB