Makan Sayuran Fermentasi Mampu Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Kok Bisa?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Makan Sayuran Fermentasi Mampu Tingkatkan Kekebalan Tubuh, Kok Bisa?
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Ahli menemukan bahwa konsumsi sayuran fermentasi dan melakukan 5 langkah wajib lainnya bisa meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan virus corona Covid-19.

Suara.com - Kekebalan tubuh yang kuat sangat diperlukan di tengah pandemi virus corona Covid-19 sekarang ini. Sayangnya, beberapa orang mungkin memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan sedang mencari cara untuk meningkatkannya.

Sebuah penelitian telah mengaitkan konsumsi sayuran fermentasi seperti kubis, yang bisa menurunkan risiko terinfeksi virus corona Covid-19 parah dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Penelitian yang dilansir dari Mirror UK itu telah mengaitkan makan sayuran yang difermentasi dengan risiko kematian yang lebih rendah akibat virus corona Covid-19.

Ilmuwan gastrointestinal klinis Dr Anthony Hobson menjelaskan usus adalah organ kekebalan terbesar dan berada di garda terdepan dalam melindungi tubuh dari sejumlah jenis bakteri serta virus.

Baca Juga: Mengosongkan Kursi Tengah Pesawat Tak Bantu Cegah Covid-19, Ini Sebabnya!

Karena itu, seseorang perlu memiliki bakteri baik dalam jumlah banyak dengan mengonsumsi beragam jenis makanan. Dalam hal ini, sayuran fermentasi kaya akan bakteri probiotik yang meningkatkan kesehatan usus dan respons kekebalan tubuh.

Ilustrasi sayuran (Unplash/Anna Kaminova)
Ilustrasi sayuran (Unplash/Anna Kaminova)

Kekebalan tubuh yang kuat ini sangat penting, terlebih ketika musim dingin karena bisa meningkatkan risiko penularan virus corona. Selain mengonsumsi sayuran fermentasi, Anda juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh dengan 5 cara berikut ini.

1. Sabun

Pallav Shah, Profesor Pengobatan Pernapasan di Imperial College London menjelaskan bahwa mencuci tangan pakai sabun dan air sangat efektif mengurangi risiko infeksi virus corona Covid-19.

Sebuah studi dari University College London menunjukkan bahwa mencuci tangan 6 sampai 10 kali sehari bisa mengurangi risiko penularan virus corona Covid-19 hingga sepertiga. Jika Anda tidak bisa cuci tangan, gunakanlah pembersih tangan atau hand sanitizer.

Baca Juga: Studi: Lansia Hadapi Pandemi Covid-19 Lebih Baik dari Anak Muda

2. Menghilangkan stres

Peneliti Amerika Serikat telah menemukan efek stres akut akibat masa isolasi mandiri atau di rumah aja selama pandemi virus corona Covid-19. Mereka melihat banyak orang yang mengalami stres kardiomiopati atau sindrom patah hati.

Kondisi itu merupakan respons yang ekstrem. Tetapi, stres psikologis juga dikaitkan dengan risiko penyakit menular yang lebih besar, termasuk pilek.

Karena itu, Anda perlu mengelola dan menghilangkan stres dengan olahraga teratur, konsumsi makanan seimbang, hindari lakohol dan cukup tidur.

3. Suplemen

Penelitian telah menunjukkan kekurangan vitamin D bisa meningkatkan kerentanan infeksi saluran pernapasan. Public Health England merekomendasikan semua orang mengonsumsi suplemen 10 mcg setiap hari ketika kurangnya paparan sinar matahari.

Karena, vitamin D memiliki efek perlindungan terhadap virus corona. Bahkan orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 dan menjalani perawatan di ICU 20 kali lipat adalah orang yang kekurangan vitamin D.

Anda juga bisa mendapatkan vitamin D ini dari ikan berlemak, hati, keju dan kuning telur. Anda juga bisa mengonsumsi makanan laut, unggas dan kacang-kacangan sebagai suplemen alami.

4. Tidur

Para peneliti menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 5 jam memiliki kemungkinan 4,5 kali lebih berisiko terserang flu. Tanpa tidur yang cukup, seseorang cenderung memproduksi dan melepaskan protein pelindung yang disebut sitokin.

Bahkan kurang tidur kronis telah terbukti mengurangi efektivitas vaksin flu. Akibatnya, seseorang akan lebih mudah sakit dan terserang virus.

5. Melangsingkan tubuh

Kelebihan berat badan bukanlah faktor risiko infeksi pernapasan, tapi juga membuat gejala lebih sulit hilang. Lemak berlebih juga memberikan efek negatif pada fungsi kekebalan tubuh yang menyebabkan peradangan kronis.

Jika ini terjadi ketika seseorang terpapar virus corona, sel-sel yang bertanggung jawab untuk menyerang virus akan kurang efektif.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS