Vagina Basah Setiap Saat, Normalkah?

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Kamis, 24 September 2020 | 19:45 WIB
Vagina Basah Setiap Saat, Normalkah?
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Suara.com - Jika Anda berpikir bawha vagina Anda harus basah hanya saat orgasme, maka penting untuk membaca artikel ini. Banyak perempuan khawatir  jika vaginanya basah setiap saat.

Dilansir dari Healthline, hal itu merupakan suatu kondisi yang normal. Bahkan Dr Mukta Paul, ginekolog di Rumah Sakit Columbia Asia, Pune, mengatakan bahwa memiliki vagina basah adalah tanda yang jelas bahwa vagina terlumasi dengan baik.

Faktanya, vagina kering lebih bermasalah, karena dapat menyebabkan iritasi, gatal, dan ruam.

Tapi apa yang membuat vaginamu basah? Vagina mengeluarkan cairan saat Anda melakukan tindakan bercinta. Cairan ini tidak lain adalah lendir serviks yang dikeluarkan dari vagina, saat aliran darah tinggi.

Ilustrasi perempuan alami orgasme. [shutterstock]
Ilustrasi vagina perempuan basah saat orgasme. [shutterstock]

Ini adalah cairan seperti gel yang diproduksi oleh leher rahim Anda, dan dirangsang oleh hormon estrogen.

Tapi, jika vagina Anda terlalu basah itu bukanlah pertanda yang baik. Bisa jadi itu tanda infeksi.

“Jika vagina Anda basah dari biasanya, maka Anda mungkin menderita salah satu dari tiga kondisi ini - vaginosis bakterialis, sindrom kongesti panggul, atau vaginitis deskuamatif," kata dia.

Bakteri vaginosis adalah infeksi vagina yang ringan, bukan PMS. Dalam hal ini, keseimbangan antara bakteri baik dan jahat terganggu, menyebabkan keluarnya cairan berbau putih keabu-abuan atau kuning.

Kondisi ini umumnya terjadi saat Anda memiliki banyak pasangan seks. Vagina basah juga bisa disebabkan oleh sindrom kemacetan panggul.

Baca Juga: Aroma Organ Intim Dijadikan Parfum, Diklaim Bikin Pria Mudah Kepincut

Ini adalah kondisi dimana aliran darah di area vagina terlalu tinggi sehingga mengakibatkan kebasahan. Ini adalah kondisi umum tetapi sering salah didiagnosis. Dalam hal ini, vagina basah juga disertai rasa nyeri saat berhubungan seks, bersepeda, atau aktivitas fisik lainnya.

Selain itu bisa juga karena kondisi vaginitis deskuamatif yang terjadi ketika pergantian sel di vagina terlalu tinggi, dan lapisan vagina menjadi meradang.

Gejala utama dari kondisi ini termasuk keputihan berwarna kuning atau kuning kehijauan, biasanya dengan sedikit atau tanpa bau, nyeri saat berhubungan seksual, serta iritasi dan gatal pada vulva.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI