Terbukti Lagi, Vitamin D Sangat Bermanfaat bagi Pasien Covid-19

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 26 September 2020 | 09:16 WIB
Terbukti Lagi, Vitamin D Sangat Bermanfaat bagi Pasien Covid-19
Ilustrasi suplemen vitamin D. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam sebuah studi, pasien Covid-19 yang rawat inap dan memiliki tingkat vitamin D yang cukup di tubuhnya dengan kadar 25-hidroksivitamin D dalam darah minimal 30 ng / mL (ukuran status vitamin D), menunjukkan risiko komplikasi Covid-19 menurun.

Komplikasi Covid-19 yang dimaksud adalah pingsan, hypoxia atau menurunnya kadar oksigen dalam darah, dan kematian.

Selain itu, mereka juga memiliki kadar penanda inflamasi dalam darah yang lebih rendah (protein C-reaktif) dan kadar limfosit dalam darah yang lebih tinggi (sejenis sel kekebalan untuk membantu melawan infeksi).

"Studi ini memberikan bukti langsung bahwa kecukupan vitamin D dapat mengurangi komplikasi, termasuk badai sitokin dan kematian akibat Covid-19," tutur penulis studi Michael F. Holick, profesor kedokteran, fisiologi dan biofisika dan kedokteran molekuler di Fakultas Kedokteran Universitas Boston, AS.

Sampel darah untuk mengukur status vitamin D diambil dari 235 pasien yang dirawat di rumah sakit. Pasien-pasien ini dipantau untuk hasil klinis mereka selama studi berlangsung.

Ilustrasi Vitamin D. [Shutterstock]
Ilustrasi Vitamin D. [Shutterstock]

Peneliti kemudian membandingkan semua parameter pada pasien yang kekurangan dengan yang cukup memiliki vitamin D.

Pada pasien yang berusia lebih dari 40 tahun, peneliti mengamati pada pasien yang cukup vitamin D 51,5 persen lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal dibandingkan yang kekurangan atau tingkat darah 25-hidroksivitamin D kurang dari 30 ng/mL.

Holick, yang baru-baru ini menerbitkan penelitian tentang jumlah vitamin D yang cukup dapat mengurangi risiko tertular virus corona hingga 54 persen, meyakini temuan studi ini.

Menurutnya, dalam laporan Medical Express, studi ini memberikan strategi sederhana dan hemat biaya untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam melawan virus corona.

"Karena kekurangan vitamin D begitu meluas pada anak-anak di Amerika Serikat dan di seluruh dunia, terutama di musim dingin, sangatlah bijaksana bagi setiap orang untuk mengonsumsi suplemen vitamin D untuk mengurangi risiko terinfeksi dan mengalami komplikasi dari Covid- 19," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Kadar Vitamin D dalam Darah Bisa Prediksi Risiko Penyakit pada Pria

Studi: Kadar Vitamin D dalam Darah Bisa Prediksi Risiko Penyakit pada Pria

Health | Selasa, 15 September 2020 | 09:31 WIB

Studi: Vitamin D Menurunkan Risiko Vertigo yang Sering Kambuh

Studi: Vitamin D Menurunkan Risiko Vertigo yang Sering Kambuh

Health | Sabtu, 12 September 2020 | 18:15 WIB

Nyeri Otot Tanda Kurang Vitamin D dan Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Nyeri Otot Tanda Kurang Vitamin D dan Berita Kesehatan Menarik Lainnya

Health | Rabu, 09 September 2020 | 21:27 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB