Bisa Bikin Anak Alergi, Lakukan 3 Langkah Membasmi Tungau Debu di Rumah

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 26 September 2020 | 20:47 WIB
Bisa Bikin Anak Alergi, Lakukan 3 Langkah Membasmi Tungau Debu di Rumah
Ilustrasi Membersihkan Rumah. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi Covid-19 membuat orang lebih banyak berdiam diri di rumah, termasuk untuk bekerja maupun belajar. Terlebih pad anak-anak, masa pandemi membuat mereka lebih banyak belajar dan bermain game di dalam kamar. Hal ini bisa memancing tungau debu untuk tinggal. Pada anak sensitif, hal ini bisa memicu alergi.

Dokter spesialis anak dr. Endah Citraresmi, Sp.A(K) dari RSAB Harapan Kita membagikan 3 langkah membersihkan rumah dari tungau debu. Ini dia langkah-langkahnya yang bisa Anda ikuti untuk mencegah anak alergi.

1. Hilangkan penumpukan debu
Langkah paling tepat untuk anak alergi adalah mengurangi furnitur di rumah. Mengurangi pemakaian kain-kain, sofa, gantungan kain, dan hiasan dalam bentuk kain. Termasuk juga buku-buku yang sebisa mungkin tidak ada di dalam kamar anak. Ini juga berlaku pada mainan yang terbuat dari kain seperti boneka.

"Lingkungan ideal tungau adalah kamar tidur, jadi fokus utama pertama kali adalah kamar tidur," kata dr. Endah.

2. Pisahkan anak alergi dari debu
Debu banyak terkandung di karpet juga tempat tidur. Jika karpet mudah diangkat dan dibersihkan, maka kasur juga sebaiknya dilapisi dengan bahan anti tungau.

"Kasur ini idealnya kita bungkus, sehingga kalau tidur di situ kita terhindar dari tungau. Bentuk bungkusannya seperti plastik vinyl, dan ada beberapa produk pembungkus kasur," terang dr. Endah.

Ada baiknya hindari kontak langsung dengan aliran AC, baik di rumah maupun di mobil. AC dengan filter atau penyaring kecil juga bisa membantu menurunkan paparan tungau.

"Debu itu dilap, jangan gunakan kemoceng atau sapu untuk menghindari debu berterbangan, dilap menggunakan kain basah, jangan menggunakan kain kering," sambungnya.

3. Hilangkan tungau debu atau tinjanya
Setelah dibersihkan menggunakan kain basah, maka cuci kain secara rutin, dan direkomendasikan cuci dengan suhu tinggi. Termasuk bersihkan juga yang ada di lemari dan laci lebih dari 2 minggu, biasanya di situlah tungau kerap bermukim.

"Kemudian ada insektisida, dalam hal ini perabot yang tidak bisa dicuci dengan temperatur tinggi, seperti kasur, sofa, karpet. Meskipun di kita ini tidak banyak populer, tapi yang bisa kita lakukan juga dengan menggunakan vacuum cleaner dan Hepa Filter," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penasaran, Apa Penyebab Anak Alergi?

Penasaran, Apa Penyebab Anak Alergi?

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 15:52 WIB

Cegah Dampak Alergi Susu Sapi pada Anak, Dokter Ajarkan Langkah 3K

Cegah Dampak Alergi Susu Sapi pada Anak, Dokter Ajarkan Langkah 3K

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 10:13 WIB

Anak Alergi Susu Sapi, Ini Tips Jaga Kesehatannya di Masa New Normal

Anak Alergi Susu Sapi, Ini Tips Jaga Kesehatannya di Masa New Normal

Health | Selasa, 30 Juni 2020 | 07:55 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB