Orang dengan Paha Besar Punya Risiko Kematian Lebih Rendah, Kok Bisa?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 28 September 2020 | 12:54 WIB
Orang dengan Paha Besar Punya Risiko Kematian Lebih Rendah, Kok Bisa?
Ilustrasi paha atau lingkar paha. [Shutterstock]

Suara.com - Kelebihan lemak di sekitar pinggang terkait dengan risiko kematian dini yang lebih tinggi, dibandingkan lemak tubuh secara keseluruhan.

Tapi dilansir dari Mirror UK, penelitian baru menemukan orang dengan ukuran pinggul dan paha lebih besar justru memiliki risiko kematian dini yang lebih rendah.

Para ilmuwan menelitinya dengan mengukur kegemukan umum dan indeks massa tubuh (BMI) untuk membantu menentukan risiko kematian dini seseorang.

Para peneliti mengatakan sebelumnya telah mengamati hubungan antara lingkar pinggang dan risiko kematian total. Penelitian itu menunjukkan hasil yang tidak konsisten dan studi mereka yang paling ekstensif sampai sekarang.

Peneliti mengatakan pekerjaan mereka bertujuan menunjukkan bahwa orang harus fokus pada pinggangnya, bukan hanya BMI atau berat badan.

Ilustrasi perempuan mengalami obesitas. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan mengalami obesitas. (Shutterstock)

Penemuan terbaru oleh tim peneliti internasional yang dipublikasikan The BMJ didasarkan pada hasil 72 studi yang melibatkan lebih dari 2,5 juta pastisipan selama 3 hingga 24 tahun.

Studi masing-masing melaporkan perkiraan risiko kematian dini pada 3 ukuran kegemukan umum, seperti lingkar pinggang, lingkar pinggul, lingkar paha, rasio pinggang-pinggul, rasio pinggang-tinggi dan rasio pinggang-paha.

Adapula indeks adipositas tubuh yang merupakan ukuran total massa tubuh dan hanya terbuat dari jaringan lemak.

Penulis studi Tauseef Ahmad Khan, dari departemen ilmu nutrisi di University of Toronto, mengatakan lemak di sekitar perut bisa lebih bermasalah daripada area tubuh lainnya.

baca juga

"Lemak perut adalah lemak yang disimpan di sekitar organ perut dan kelebihannya terkait dengan kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes dan stroke," jelas Tauseef Ahmad dikutip dari Mirror UK.

Karena itu, banyaknya lemak perut bisa meningkatkan risiko kematian akibat penyakit tersebut. Para peneliti pun menemukan bahwa sebagian besar ukuran lemak perut terkait dengan semua penyebab risiko kematian dini lebih tinggi.

"Kami menemukan bahwa hubungan keduanya tetap signifikan setelah memperhitungkan indeks massa tubuh, yang menunjukkan bahwa penumpukan lemak di perut berkaitan dengan riiko lebih tinggi," katanya.

Sedangkan, setiap peningkatan 10 cm lingkar pinggang berkaitan dengan risiko 11 persen lebih tinggi dari semua penyebab kematian.

Setiap peningkatan 0,1 unit dalam rasio pinggang-pinggul, rasio pinggang-tinggi dan rasio pinggang-paha berkaitan dengan risiko kematian sekitar 20 persen lebih tinggi.

Tapi, temuan mereka menunjukkan bahwa lingkar paha dan pinggul berbanding terbalik dengan semua penyebab risiko kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perempuan Alami Pelecehan di Jalan, Alasan Pelaku Malah Bikin Murka

Perempuan Alami Pelecehan di Jalan, Alasan Pelaku Malah Bikin Murka

Jogja | Senin, 28 September 2020 | 11:49 WIB

Wanita di Tangerang Alami Pelecehan Seksual di Jalan, Paha Jadi Sasaran

Wanita di Tangerang Alami Pelecehan Seksual di Jalan, Paha Jadi Sasaran

News | Senin, 28 September 2020 | 09:48 WIB

Dokter Sebut Serangan Jantung Tak Datang Tiba-tiba, Ini Penyebabnya!

Dokter Sebut Serangan Jantung Tak Datang Tiba-tiba, Ini Penyebabnya!

Health | Minggu, 27 September 2020 | 16:56 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×