Update Covid-19 Global: Bantuan Tes Cepat dari WHO untuk Negara Miskin

Vania Rossa | Lilis Varwati
Update Covid-19 Global: Bantuan Tes Cepat dari WHO untuk Negara Miskin
Ilustrasi tes cepat Covid-19. (Pixabay/geralt)

Tes cepat itu diklaim bisa mendiagnosis Covid-19 hanya dalam hitungan 15-30 menit.

Suara.com - Selain melakukan penelitian terhadap vaksin Covid-19, tes cepat dalam mendiagnosis infeksi virus corona juga tengah dipersiapkan dunia. Sebanyak 133 negara berpenghasilan rendah dan menengah akan mendapat bantuan bantuan pelacakan kasus Covid-19 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tes cepat itu diklaim bisa mendiagnosis Covid-19 hanya dalam hitungan 15-30 menit dengan harga jual maksimal per tes 5 dolar AS atau setara Rp 74.500. Bantuan itu akan difokuskan terhadap negara-negara kurang kaya, yang kekurangan petugas layanan kesehatan dan laboratorium.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, produsen obat Abbott dan SD Biosensor telah setuju dengan yayasan amal Bill dan Melinda Gates Foundation untuk menghasilkan 120 juta tes selama enam bulan. Kesepakatan itu mencakup 133 negara, termasuk banyak negara bagian di Amerika Latin yang saat ini merupakan wilayah yang paling terpukul oleh pandemi dalam hal tingkat kematian dan infeksi.

"Ini adalah tambahan penting untuk kapasitas pengujian mereka dan terutama penting di area transmisi tinggi," kaya Dr Tedros dikutip dari BBC.

Baca Juga: Vaksin Corona China Diklaim Dapat Restu WHO, Satgas Covid-19 Beri Tanggapan

"Ini akan memungkinkan perluasan pengujian, terutama di daerah yang sulit dijangkau yang tidak memiliki fasilitas laboratorium atau tenaga kesehatan yang cukup terlatih untuk melakukan pengujian," tambahnya.

Para ahli juga ragu dengan hasil tes yang dilakukan di beberapa negara dengan tingkat infeksi tinggi. Seperti India dan Meksiko, para ahli mengatakan bahwa tingkat pengujian yang rendah menyamarkan penyebaran sebenarnya dari wabah di negara tersebut.

India saat ini menjadi negara kedua dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat. Jumlah infeksi virus corona di India telah mencapai 6.143.019 orang dengan angka kematian 96.451 jiwa. Dikutip dari situs worldometer, India baru melakukan tes terhadap 71,9 juta orang dari total populasi 1,3 miliar atau 52.027 orang per 1 juta penduduk.

Sementara itu, Meksiko jadi negara ke-8 kasus Covid-19 terbanyak (730.317 kasus), namun angka kematiannya (76.430 jiwa) masuk peringkat empat besar setelah AS, Brasil, dan India. Meksiko hinga saat ini baru melakukan tes covid-19 terhadap 1,6 juta orang dari total populasi 129 juta, atau 12.929 orang per 1 juta penduduk.

Pimpinan WHO menyebut bantuan itu sebagai tonggak utama. Kesenjangan panjang antara mengikuti tes dan menerima hasil telah menghambat upaya banyak negara untuk mengendalikan penyebaran virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 33,5 juta orang yang tersebar di 215 negara itu.

Baca Juga: Update Covid-19 di DIY, Sebanyak 40 Pasien Dinyatakan Sembuh

Data dari situs worldometers, negara yang paling banyak telah lakukan tes Covid-19 adalah Uni Emirat Arab. Negara itu telah lakukan tes hingga 9,5 juta orang dari total populasi 9,9 juta, atau 958.126 orang dari 1 juta penduduk. UEA saat ini ada diperingkat 40 dengan total kasus infeksi virus corona sebanyak 92.095 orang dan kematian 413 jiwa.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS