Update Covid-19 Global: Bantuan Tes Cepat dari WHO untuk Negara Miskin

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 29 September 2020 | 08:06 WIB
Update Covid-19 Global: Bantuan Tes Cepat dari WHO untuk Negara Miskin
Ilustrasi tes cepat Covid-19. (Pixabay/geralt)

Suara.com - Selain melakukan penelitian terhadap vaksin Covid-19, tes cepat dalam mendiagnosis infeksi virus corona juga tengah dipersiapkan dunia. Sebanyak 133 negara berpenghasilan rendah dan menengah akan mendapat bantuan bantuan pelacakan kasus Covid-19 dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tes cepat itu diklaim bisa mendiagnosis Covid-19 hanya dalam hitungan 15-30 menit dengan harga jual maksimal per tes 5 dolar AS atau setara Rp 74.500. Bantuan itu akan difokuskan terhadap negara-negara kurang kaya, yang kekurangan petugas layanan kesehatan dan laboratorium.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, produsen obat Abbott dan SD Biosensor telah setuju dengan yayasan amal Bill dan Melinda Gates Foundation untuk menghasilkan 120 juta tes selama enam bulan. Kesepakatan itu mencakup 133 negara, termasuk banyak negara bagian di Amerika Latin yang saat ini merupakan wilayah yang paling terpukul oleh pandemi dalam hal tingkat kematian dan infeksi.

"Ini adalah tambahan penting untuk kapasitas pengujian mereka dan terutama penting di area transmisi tinggi," kaya Dr Tedros dikutip dari BBC.

"Ini akan memungkinkan perluasan pengujian, terutama di daerah yang sulit dijangkau yang tidak memiliki fasilitas laboratorium atau tenaga kesehatan yang cukup terlatih untuk melakukan pengujian," tambahnya.

Para ahli juga ragu dengan hasil tes yang dilakukan di beberapa negara dengan tingkat infeksi tinggi. Seperti India dan Meksiko, para ahli mengatakan bahwa tingkat pengujian yang rendah menyamarkan penyebaran sebenarnya dari wabah di negara tersebut.

India saat ini menjadi negara kedua dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat. Jumlah infeksi virus corona di India telah mencapai 6.143.019 orang dengan angka kematian 96.451 jiwa. Dikutip dari situs worldometer, India baru melakukan tes terhadap 71,9 juta orang dari total populasi 1,3 miliar atau 52.027 orang per 1 juta penduduk.

Sementara itu, Meksiko jadi negara ke-8 kasus Covid-19 terbanyak (730.317 kasus), namun angka kematiannya (76.430 jiwa) masuk peringkat empat besar setelah AS, Brasil, dan India. Meksiko hinga saat ini baru melakukan tes covid-19 terhadap 1,6 juta orang dari total populasi 129 juta, atau 12.929 orang per 1 juta penduduk.

Pimpinan WHO menyebut bantuan itu sebagai tonggak utama. Kesenjangan panjang antara mengikuti tes dan menerima hasil telah menghambat upaya banyak negara untuk mengendalikan penyebaran virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 33,5 juta orang yang tersebar di 215 negara itu.

Data dari situs worldometers, negara yang paling banyak telah lakukan tes Covid-19 adalah Uni Emirat Arab. Negara itu telah lakukan tes hingga 9,5 juta orang dari total populasi 9,9 juta, atau 958.126 orang dari 1 juta penduduk. UEA saat ini ada diperingkat 40 dengan total kasus infeksi virus corona sebanyak 92.095 orang dan kematian 413 jiwa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona Buatan Laboratorium atau Terjadi Alami? Ini Jawaban WHO

Virus Corona Buatan Laboratorium atau Terjadi Alami? Ini Jawaban WHO

Health | Senin, 28 September 2020 | 11:37 WIB

Update Covid-19 Global: Jumlah Kematian Tembus 1 Juta Jiwa

Update Covid-19 Global: Jumlah Kematian Tembus 1 Juta Jiwa

Health | Senin, 28 September 2020 | 07:38 WIB

Media China Hapus Berita yang Klaim WHO Restui Vaksin Kandidat Covid-19

Media China Hapus Berita yang Klaim WHO Restui Vaksin Kandidat Covid-19

Health | Minggu, 27 September 2020 | 14:36 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB