Peringatan Serangan Jantung yang Jarang Orang Perhatikan

Rauhanda Riyantama, Rosiana Chozanah

Selasa, 29 September 2020 | 16:15 WIB
Peringatan Serangan Jantung yang Jarang Orang Perhatikan
Ilustrasi serangan jantung. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Tepat hari ini, Selasa (29/9/2020), adalah peringatan untuk Hari Jantung Sedunia (World Heart Day). Tujuan diperingatinya hari jantung adalah untuk meningkatkan perhatian terhadap penyakit jantung, serta bagaimana pencegahan dan dampaknya secara global.

Salah satu penyakit jantung yang sering terjadi di Indonesia adalah serangan jantung, menjadi penyebab utama kematian. Sayangnya, kondisi ini lebih berisiko dialami oleh perempuan.

Itulah sebabnya, sadar dan waspada akan tanda peringatan serangan jantung adalah hal yang penting.

Berikut beberapa pertanyaan tentang tanda peringatan serangan jantung yang banyak ditanyakan dalam Heart Foundation Selandia Baru.

Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)
Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)

1. Semua serangan jantung dimulai dengan nyeri dada yang parah.

Tidak, justu sebaliknya. Gejala serangan jantung mungkin dimulai dengan ketidaknyamanan ringan di dada. Bahkan, Anda mungkin tidak mengalami nyeri dada sama sekali.

Namun, bisa jadi merasakan gejala lain seperti nyeri leher, rasa tidak nyaman pada rahang atau perut.

2. Tanda peringatan serangan jantung mungkin perlahan dan akan berlangsung selama 10 menit dan lebih lama.

Benar. Tanda peringatan bisa dimulai secara perlahan dan akan berlangsung selama 10 menit atau lebih.

baca juga

Tetapi jika gejalanya parah atau semakin parah, jangan tunggu selama 10 menit. Segera hubungi ambulans atau layanan kesehatan terdekat.

3. Pusing, mual dan sesak napas mungkin merupakan tanda peringatan serangan jantung.

Ya, tetapi gejala serangan jantung berbeda pada setiap orang. Bisa jadi Anda merasa pusing, mual, sesak napas, saat mengalami beberapa gejala atau tidak mengalaminya sama sekali.

Ilustrasi dada berdebar, serangan jantung. (Shutterstock)
Ilustrasi serangan jantung. (Shutterstock)

4. Perempuan mungkin mengalami nyeri yang lebih seperti gangguan pencernaan saat serangan jantung.

Benar, meski perempuan mungkin mengalami beberapa gejala yang sama seperti pria selama serangan terjadi.

5. Anda harus memastikan orang lain tahu bahwa Anda mengalami serangan jantung sebelum menelepon ambulans.

Salah, terlalu banyak orang meninggal atau hidup dengan cacat permanen karena tertunda dalam mencari pengobatan untuk gejala serangan jantung.

Ingat, serangan jantung adalah keadaan darurat, jadi Anda harus segera menghubungi ambulans atau layanan kesehatan terdekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Hari Jantung Sedunia: Penyakit Tidak Menular Paling Berbahaya

Sejarah Hari Jantung Sedunia: Penyakit Tidak Menular Paling Berbahaya

Health | Selasa, 29 September 2020 | 11:36 WIB

Hari Jantung Sedunia, Penderita Jantung Terbanyak adalah Perempuan

Hari Jantung Sedunia, Penderita Jantung Terbanyak adalah Perempuan

Health | Selasa, 29 September 2020 | 10:29 WIB

Hari Jantung Sedunia, Halodoc Beri Layanan Chat Gratis dan Diskon Obat!

Hari Jantung Sedunia, Halodoc Beri Layanan Chat Gratis dan Diskon Obat!

Health | Senin, 28 September 2020 | 18:43 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×