Harus Diwaspadai, Perilaku Melukai Diri Sendiri pada Remaja Bisa Menular

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 02 Oktober 2020 | 17:05 WIB
Harus Diwaspadai, Perilaku Melukai Diri Sendiri pada Remaja Bisa Menular
Ilustrasi perempuan stres atau depresi. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi yang terbit pada jurnal peer-review Acta Psychiatrica Scandinavica menyatakan bahwa perilaku melukai diri sendiri pada remaja bisa menular satu sama lain. Penelitian ini dipimpin oleh ahli epidemiologi dari Universitas Ottawa, yakni Dr. Ian Colman.

Studi ini menyoroti tindakan melukai diri sendiri tanpa niatan bunuh diri yang menular di kalangan para remaja. Penelitian menggunakan data tahun 2014 yang dikumpulkan dari sekitar 1.400 remaja Ontario antara usia 14-17 tahun. 

Dokter Colman dan timnya memusatkan perhatian pada jawaban atas pertanyaan, "Apakah teman Anda pernah melukai diri sendiri tanpa niat untuk mati?"

"Melukai diri sendiri tanpa bunuh diri jauh lebih umum daripada upaya bunuh diri," kata Dr. Colman, Associate Professor di Fakultas Kedokteran dan pemegang dari Ketua Riset Kanada di Epidemiologi Kesehatan Mental.

Penelitian Dr. Colman didasarkan pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa remaja yang sebayanya melakukan bunuh diri dua kali lebih mungkin menunjukkan perilaku bunuh diri atau memiliki pikiran bunuh diri.

Komunikasi ide dan perilaku semacam ini adalah bentuk perilaku yang menular. Oleh karena itu, mengetahui bahwa bunuh diri lebih mungkin terjadi karena pengetahuan tentang bunuh diri dari teman sebaya.

Itulah mengapa dibutuhkan tindakan sosial untuk melindungi populasi yang rentan dari paparan perilaku bunuh diri. 

Ilustrasi bunuh diri. (Shutterstock)
Ilustrasi menyakiti diri sendiri. (Shutterstock)

Menurut para ahli, komunikasi adalah kunci menghindari perilaku melukai diri sendiri atau pikiran bunuh diri. Percakapan dengan orang dewasa terpercaya yang mau mendengarkan tanpa ancaman penilaian dapat membantu selama masa remaja, termasuk untuk seseorang yang memiliki pikiran menyakiti diri sendiri.

"Ada keyakinan bahwa orangtua yang berbicara dengan anak mereka tentang bunuh diri dapat meningkatkan risiko bunuh diri atau melukai diri sendiri," kata Dr. Colman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Pandemi Reda, Kasus Gangguan Jiwa di Inggris Diprediksi Meningkat

Usai Pandemi Reda, Kasus Gangguan Jiwa di Inggris Diprediksi Meningkat

Health | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 03:15 WIB

Kemenkes Ungkap Cara Agar Mental Tetap Sehat Selama Pandemi Covid-19

Kemenkes Ungkap Cara Agar Mental Tetap Sehat Selama Pandemi Covid-19

Health | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 07:50 WIB

Rentan Stres saat Pandemi, Kesehatan Mental Anak Juga Perlu Dirawat

Rentan Stres saat Pandemi, Kesehatan Mental Anak Juga Perlu Dirawat

Health | Kamis, 01 Oktober 2020 | 10:01 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB