Kejang Arteri Koroner, Serangan Jantung yang Sebabkan Nyeri Dada Tak Stabil

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 03 Oktober 2020 | 14:09 WIB
Kejang Arteri Koroner, Serangan Jantung yang Sebabkan Nyeri Dada Tak Stabil
Orang stres, emosi (Unsplash)

Suara.com - Serangan jantung termasuk kondisi serius dan mematikan akibat penyakit jantung koroner. Departemen Kesehatan Layanan Kemanusiaan mengatakan kejang arteri koroner bisa menyebabkan serangan jantung.

Kondisi ini memang tidak terlalu umum, tapi kejang arteri koroner yang parah, yaitu pengetatan arteri koroner bisa memotong aliran darah ke jantung.

Kondisi ini berbeda dengan penyakit arteri koroner, suatu kondisi di mana plak menumpuk di dinding arteri.

Pada penyakit arteri koroner dilansir dari Express, zat lilin (plak) menumpuk selama beberapa tahun dalam proses yang dikenal sebagai aterosklerosis. Akhirnya, area plak bisa pecah di dalam arteri menyebabkan pembekuan darah terbentuk di permukaan plak.

Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)
Perempuan terkena serangan jantung. (Shutterstock)

Jika bekuan darah semakin besar, maka kondisi itu bisa menghalangi sebagian besar atau seluruh aliran darah melalui arteri koroner.

Setiap otot jantung yang rusak akan memiliki jaringan parut. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah lebih parah dan berlangsung lama.

Sedangkan, kejang arteri koroner bisa terjadi di area yang tidak terpengaruh oleh aterosklerosis. Kondisi ini disebabkan oleh adanya kejang pada lapisan otot di dinding pembuluh darah.

Jenis kejang ini bisa dikaitkan dengan stres atau emosional, yang bisa menyebabkan serangan jantung lebih parah.

Penyebab terkait lainnya bisa jadi berasal dari paparan flu ekstrem, merokok dan mengonsumsi obat-obatan terlarang, seperti kokain.

baca juga

British Heart Foundation (BHF) menyebut kejang arteri koroner sebagai varian angina atau ptinzmetal angina. Biasanya kondisi ini menyebabkan nyeri dada tidak stabil dan sesak yang bisa menyebar ke lengan atau rahang.

Gejala ini bisa muncul secara spontan dan terjadang dikaitkan dengan siklus menstruasi pada beberapa kasus. 

Biasanya dokter mendiagnosis kejang arteri koroner menggunakan angiogram untuk memberikan gambar sinar-X arteri jantung. Sementara itu, dokter menyuntikkan asetilkolin, bahan kimia yang digunakan untuk melemaskan atau melebarkan pembuluh darah.

Jika pembuluh darah malah menyempit (vasospasme), dokter dapat mendiagnosis kejang arteri koroner. Tapi, Kejang juga mungkin terkait dengan area peradangan di dalam dinding pembuluh darah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Stres Bikin Lebih Mudah Tertular Covid-19? Ini Kata Psikolog

Benarkah Stres Bikin Lebih Mudah Tertular Covid-19? Ini Kata Psikolog

Health | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 19:25 WIB

Studi Jerman: Menikmati Pijatan sambil Bersantai Bisa Redakan Stres

Studi Jerman: Menikmati Pijatan sambil Bersantai Bisa Redakan Stres

Health | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 16:17 WIB

Ketahui Dua Penyebab Utama Serangan Jantung

Ketahui Dua Penyebab Utama Serangan Jantung

Health | Kamis, 01 Oktober 2020 | 16:13 WIB

Kesulitan Ajari Anak Matematika, Pria Ini Sampai Kena Serangan Jantung

Kesulitan Ajari Anak Matematika, Pria Ini Sampai Kena Serangan Jantung

Health | Kamis, 01 Oktober 2020 | 15:34 WIB

Terkini

Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya

Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya

Bri | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri

Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga

Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik

Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik

Jawa Tengah | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:57 WIB

Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba

Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:53 WIB

Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar

Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya

Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya

Bri | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:51 WIB

IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik

IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh

Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh

Jogja | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:44 WIB

Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia

Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:43 WIB

×