Studi Jerman: Menikmati Pijatan sambil Bersantai Bisa Redakan Stres

Rima Sekarani Imamun Nissa, Fita Nofiana

Jum'at, 02 Oktober 2020 | 16:17 WIB
Studi Jerman: Menikmati Pijatan sambil Bersantai Bisa Redakan Stres
Pijat untuk relaksasi dan redakan sakit kepala. (Shutterstock)

Suara.com - Tubuh kita memiliki sistem bawaan untuk mengelola dan memulihkan stres. Sistem ini sering kali disebut dengan sistem saraf parasimpatis (PSNS).

Melansir dari Medical News Today, meluangkan waktu untuk bersantai terutama dengan melibatkan pijatan bisa mengaktifkan PSNS. Studi baru oleh psikolog di Universitas Konstanz di Jerman secara ilmiah telah mengukur dan mengkonfirmasi pijatan pada stres.

Dalam makalah mereka, para peneliti menyimpulkan bahwa relaksasi yang singkat terutama dengan pijatan mungkin bermanfaat secara psikologis dan fisiologis regeneratif.

"Untuk lebih memahami efek negatif stres, kita perlu memahami relaksasi. Terapi relaksasi sangat menjanjikan sebagai cara holistik untuk mengatasi stres, tetapi penilaian ilmiah yang lebih sistematis dari metode ini diperlukan," kata Prof. Jens Pruessner dari laboratorium Neuropsikologi.

Studi tersebut telah diterbitkan dalam Scientific Reports edisi September 2020. Dalam studi mereka, peneliti membagi peserta menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama adalah mereka yang menerima pijatan kepala dan leher selama 10 menit dengan tekanan sedang untuk merangsang saraf vagus PSNS. Saraf ini mengandung sekitar 75 persen serabut saraf PSNS yang bercabang ke banyak organ dalam tubuh dan berinteraksi dengan sistem.

Kelompok individu kedua menerima pijatan leher dan bahu selama 10 menit yang jauh lebih lembut sebagai cara untuk menentukan efek pengaktifan PSNS dari kontak taktil sederhana.

Kelompok kontrol ketiga hanya duduk di meja bersantai selama 10 menit tanpa pijatan.

Pijat untuk relaksasi dan redakan sakit kepala. (Shutterstock)
Pijat untuk relaksasi dan redakan sakit kepala. (Shutterstock)

Sentuhan sentuhan sederhana terbukti sama efektifnya untuk membantu individu rileks seperti pijatan yang dirancang khusus untuk mengaktifkan PSNS. Secara psikologis, semua peserta melaporkan merasa stresnya berkurang dan lebih rileks setelah tes.

baca juga

Secara keseluruhan, eksperimen ini menegaskan bahwa meluangkan waktu beberapa saat untuk bersantai dapat membantu seseorang mengelola stres. Menambahkan pijatan yang menenangkan menjadikannya lebih mengaktifkan PSNS serta mengurangi efek fisik dan mental akibat stres.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yoga Jadi Alternatif Tenangkan Tubuh dan Pikiran Saat Pandemi Covid-19

Yoga Jadi Alternatif Tenangkan Tubuh dan Pikiran Saat Pandemi Covid-19

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2020 | 15:12 WIB

Rentan Stres saat Pandemi, Kesehatan Mental Anak Juga Perlu Dirawat

Rentan Stres saat Pandemi, Kesehatan Mental Anak Juga Perlu Dirawat

Health | Kamis, 01 Oktober 2020 | 10:01 WIB

Stres Selama Pandemi Covid-19 Bisa Buat Anak Susah Makan

Stres Selama Pandemi Covid-19 Bisa Buat Anak Susah Makan

Health | Rabu, 30 September 2020 | 17:24 WIB

Terkini

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Felix TJ: Menjaga Kopi Indonesia Tetap Punya Rasa, Cerita, dan Tradisi

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:56 WIB

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Mengenal Tiga Karakter Daging Sapi Australia dan Cara Tepat Mengolahnya

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 23:29 WIB

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Bupati Nonaktif Tulungagung Gatut Sunu Bantah Dakwaan Pemerasan dan Gratifikasi

Jatim | Jum'at, 04 September 2026 | 23:16 WIB

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Gang Karawang, Polisi Amankan Dua Orang

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Dari Desa, Imigrasi untuk Rakyat, 171 Desa Binaan Jadi Benteng Awal Cegah TPPO

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 23:09 WIB

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21

Jakarta | Jum'at, 04 September 2026 | 23:04 WIB

Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan

Viral Tudingan soal Mantan Istri Polisi di Sumut, Akun Medsos Dilaporkan

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 22:59 WIB

Java United FC Tak Gentar Mulai Liga dengan Minus Dua Poin

Java United FC Tak Gentar Mulai Liga dengan Minus Dua Poin

Jawa Tengah | Jum'at, 04 September 2026 | 22:56 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 22:51 WIB

Eks Perawat Culik Bayi di RS Medan Secara Acak untuk Dijual ke Pasutri, Ini Kronologisnya

Eks Perawat Culik Bayi di RS Medan Secara Acak untuk Dijual ke Pasutri, Ini Kronologisnya

Sumut | Jum'at, 04 September 2026 | 22:51 WIB

×