Apakah ASI Bisa Sebabkan Alergi Pada Anak?

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 07 Oktober 2020 | 11:16 WIB
Apakah ASI Bisa Sebabkan Alergi Pada Anak?
Ilustrasi ibu menyusui. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Air susu ibu atau ASI merupakan sumber nutrisi utama bagi bayi yang berusia di bawah enam bulan. Tetapi pada kondisi tertentu, bayi juga bisa mengalami alergi saat masih mendapatkan ASI ekslusif. 

Meski begitu, konsultan alergi imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr Zakiudin Munasir, Sp.A (K), menegaskan bahwa alergi tersebut bukan disebabkan oleh ASI melainkan kandungan atau komposisi yang terdapat pada ASI.

"Mungkin (anak alergi ASI) tapi bukan ASI yang salah. Mungkin ada beberapa makanan sensitif yang dimakan ibu akan keluar ke ASI lalu ke bayinya," jelad dokter Zaki dikutip dari siaran IGTV Ayah & Bunda, Rabu (7/10/2020).

Ia menyarankan agar ibu mencari tahu makanan pencetus yang menyebabkan alergi pada anak. Sebab bisa saja gejala alergi hanya terjadi pada anak tetapi ibu baik-baik saja. 

"Cari pencetus makanannya. Misalnya ibu habis makan telur, anaknya jadi alergi, itu saja yang distop. Jangan semua makanan ikan, daging, susu ikut distop," ucapnya.

Menurut dokter Zaki, alergi memang penyakit keturunan yang diwariskan langsung dari keluarga inti seperti ayah, ibu, dan saudara kandung. Tetapi antarkeluarga belum tentu memiliki jenis alergi yang sama. 

Jika hanya ayah atau ibunya memiliki alergi, kemungkinan anak memiliki alergi sebesar 20 sampai 40 persen. Tetapi jika kedua orangtuanya memiliki alergi walau jenisnya berbeda, kemungkinan anak memiliki alergi menjadi 40 sampai 60 persen. 

Zaki mengatakan bahwa kemungkinan itu akan semakin besar jika ayah dan ibu memiliki jenis alergi yang sama. "Kalau alergi sama ayah ibu bisa sampai 80 persen," ucapnya.

Tetapi, anak masih ada kemungkinan memiliki alergi walaupun orangtua juga saudara kandungnya tidak ada yang punya alergi. 

"Biasanya kalau tidak ada hubungan bawaan, kemungkinan 5-15 persen masih bisa alergi. Itu bisa terjadi karena mungkin ayah dan ibunya hanya membawa sifat (alergi). Tetapi tidak pernah ketemu pencetusnya. Anaknya punya sifat alergi dan ketemu pencetusnya. Antara orangtua dan anak sumber pencetus alergi bisa berbeda," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Terbaru, Asi Dapat Lindungi Bayi dari Infeksi Covid-19?

Penelitian Terbaru, Asi Dapat Lindungi Bayi dari Infeksi Covid-19?

Tekno | Kamis, 01 Oktober 2020 | 10:30 WIB

Bukti Baru, Ilmuwan Beijing Temukan ASI Bisa Lawan Virus Corona Covid-19

Bukti Baru, Ilmuwan Beijing Temukan ASI Bisa Lawan Virus Corona Covid-19

Health | Rabu, 30 September 2020 | 17:52 WIB

Terpopuler: Tanda Penyakit Jantung pada Wanita, Keajaiban ASI

Terpopuler: Tanda Penyakit Jantung pada Wanita, Keajaiban ASI

Health | Rabu, 30 September 2020 | 10:10 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB