CDC Kembali Laporkan Sindrom Inflamasi Multisistem, Seperti Apa Gejalanya?

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 07 Oktober 2020 | 15:50 WIB
CDC Kembali Laporkan Sindrom Inflamasi Multisistem, Seperti Apa Gejalanya?
Ilustrasi pasien Covis-19 (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa bulan setelah penemuan sindrom inflamasi multisistem terkait Covid-19 pada anak-anak, pejabat kesehatan memperingatkan bahwa hal serupa dapat terjadi pada orang dewasa.

Pada Jumat awal Oktober, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC US) merilis sebuah laporan yang menggambarkan sindrom inflamasi multisistem pada orang dewasa atau Multisystem Inflammatory Syndrome in Adults (MIS-A).

Dilansir Live Science, MIS-A merupakan penyakit parah yang terjadi pada banyak organ dan menyebabkan peningkatan peradangan di tubuh.

Tetapi, saat ini sindrom tersebut sangat langka, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. CDC baru mendeteksi kasus MIS-A pada sekitar dua lusin pasien Covid-19.

Meski begitu, laporan yang terbit dalam jurnal CDC Mordibity and Mortality Weekly Report mendesak para dokter untuk mempertimbangkan diagnosis MIS-A pada orang dewasa dengan tanda dan gejala yang kompatibel.

Medical ventilator yang sangat dibutuhkan para pasien Covid-19. Pabrikan otomotif juga akan menggarap ketersediaannya. Sebagai ilustrasi [Shutterstock].
Ilustrasi pasien Covid-19 parah [Shutterstock].

Sindrom Peradangan Multisistem pada Orang Dewasa

Laporan sindrom inflamasi misterius pada anak-anak pertama kali muncul pada musim semi, dan dokter menjulukinya sebagai kondisi MIS-C (Multisystem Inflammatory Syndrome in Children).

Selama musim panas, ada 27 laporan tentang sindrom serupa yang muncul pada orang dewasa. Di antara 16 kasus, pasien berusia antara 21 hingga 50 tahun. Hanya satu kasus yang dilaporkan di Inggris, sedangkan sisanya dilaporkan di AS.

Gejala yang dialami orang dewasa juga terjadi pada anak, seperti demam, gejala masalah gastrointestinal dan ruam. Beberapa melaporkan nyeri dada atau jantung berdebar-debar, dan semuanya mengalami peningkatan kadar penanda peradangan.

Para penulis mencatat pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit umumnya dapat mengalami peradangan dan efek pada organ di luar paru-paru. Dalam banyak kasus, efek tersebut disertai dengan masalah pernapasan yang serius.

Namun, kondisi MIS-A pada pasien Covid-19 tidak menunjukkan gejala pernapasan serius. Bahkan, dari 16 pasien, setengahnya tidak memiliki gejala pernapasan, dan setengahnya hanya gejala ringan.

Penyebab kondisi MIS-C dan MIS-A belum diketahui. Inilah perlunya studi lebih lanjut untuk memahami penyebab pasti dari dua kondisi tersebut dan efek jangka panjangnya, kata peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sindrom Peradangan Langka Terkait Covid-19 Bisa Mengubah Kekebalan Anak

Sindrom Peradangan Langka Terkait Covid-19 Bisa Mengubah Kekebalan Anak

Health | Rabu, 19 Agustus 2020 | 17:56 WIB

Sindrom Peradangan Langka karena Covid-19 Juga Terjadi di Korea Selatan

Sindrom Peradangan Langka karena Covid-19 Juga Terjadi di Korea Selatan

Health | Rabu, 27 Mei 2020 | 17:13 WIB

Sindrom Inflamasi Misterius Muncul Pada Pasien Covid-19 Usia 20-an

Sindrom Inflamasi Misterius Muncul Pada Pasien Covid-19 Usia 20-an

Health | Jum'at, 22 Mei 2020 | 12:27 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB