Studi: Anak yang Alami Pubertas Dini Berisiko Melukai Diri Sendiri

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Rabu, 07 Oktober 2020 | 11:06 WIB
Studi: Anak yang Alami Pubertas Dini Berisiko Melukai Diri Sendiri
Ilustrasi remaja. (Shutterstock)

Suara.com - Anak-anak yang mengalami pubertas lebih dini daripada teman sebayanya memiliki risiko lebih tinggi melakukan tindakan melukai diri sendiri. Hal ini dinyatakan oleh sebuah studi yang terbit pada jurnal Epidemiology & Psychiatric Sciences.

Melansir dari Medicalxpress, temuan ini dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi anak laki-laki serta anak perempuan yang berisiko lebih tinggi melukai diri sendiri.

Tim peneliti memeriksa data pada lebih dari 5.000 orang. Mereka menemukan bahwa pubertas lebih awal pada anak laki-laki dan perempuan dikaitkan dengan risiko lebih tinggi melakukan aksi melukai diri sendiri pada usia 16 tahun. 

Banyak penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa remaja yang mengalami pubertas lebih dini berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa anak perempuan yang mengalami pubertas lebih awal memiliki risiko lebih tinggi untuk menyakiti diri sendiri. 

Dalam studi ini, para peneliti menunjukkan bahwa rata-rata pubertas dini terjadi pada anak perempuan berusia sekitar 11,8 tahun sementara pada anak laki-laki 13,5 tahun. Studi ini juga memeriksa kuesioner mengenai laporan peserta pada usia 16 dan 21 tahun untuk menilai apakah ada tindakan menyakiti diri sendiri.

Hasilnya, satu dari sepuluh (10 persen) anak laki-laki dengan pubertas dini melakukan tindakan melukai diri pada umur 16 tahun. Angkanya lebih tinggi pada perempuan di mana satu dari empat (25 persen) dari mereka melakukan tindakan melukai diri sendiri. 

Pada usia 21 tahun, proporsi laki-laki melakukan tindakan melukai diri sendiri berkisar antara 28 persen dan proporsi perempuan 35 persen.

"Ada bukti bahwa menyakiti diri sendiri menjadi lebih umum pada orang muda, jadi penting untuk mengidentifikasi faktor yang terkait dengan tindakan menyakiti diri sendiri sehingga kami dapat memberikan bantuan lebih awal kepada orang-orang yang mungkin paling berisiko," kata Elystan Roberts, peneliti di University of Bristol dan NIHR Bristol BRC, dan penulis utama penelitian. 

Ilustrasi Remaja Depresi. (Shutterstock)
Ilustrasi Remaja Depresi. (Shutterstock)

Menurut Dr. Becky Mars, Peneliti di Epidemiologi dalam Ilmu Kesehatan Populasi di Fakultas Kedokteran Universitas Bristol menambahkan bahwa melukai diri sendiri bisa disebabkan oleh faktor biologis seperti perkembangan saraf, perubahan hormon, faktor psikososial seperti perundungan, penggunaan narkoba, hingga depresi.

baca juga

"Setelah kami memiliki pemahaman yang lebih baik tentang alasan mengenai hubungan antara pubertas dini dan melukai diri sendiri, maka intervensi dapat dirancang untuk membantu mengurangi risiko mereka," ujar Mars. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rayakan 10 Tahun, Begini Baik Buruknya Instagram untuk Kesehatan Mental

Rayakan 10 Tahun, Begini Baik Buruknya Instagram untuk Kesehatan Mental

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 10:30 WIB

Mengenal Imposter Syndrome, Kondisi Mental yang Bikin Rendah Diri

Mengenal Imposter Syndrome, Kondisi Mental yang Bikin Rendah Diri

Health | Senin, 05 Oktober 2020 | 16:25 WIB

Komplikasi Virus Corona, Ahli Inggris Sebut Pasien Bisa Alami Psikosis

Komplikasi Virus Corona, Ahli Inggris Sebut Pasien Bisa Alami Psikosis

Health | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 13:34 WIB

Terkini

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

×