Rayakan 10 Tahun, Begini Baik Buruknya Instagram untuk Kesehatan Mental

Rauhanda Riyantama | Fita Nofiana | Suara.com

Rabu, 07 Oktober 2020 | 10:30 WIB
Rayakan 10 Tahun, Begini Baik Buruknya Instagram untuk Kesehatan Mental
Ilustrasi Instagram (Shutterstock).

Suara.com - Sejak diluncurkan 10 tahun lalu, Instagram sering kali disebut sebagai platform bergambar yang tak begitu baik untuk kesehatan mental. Melihat gambar orang lain mungkin akan membuat seseorang membandingkan dan merasa rendah diri. 

Namun, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa Instagram mungkin juga memiliki manfaat baik bagi kesehatan mental. 

Melansir dari Bustle, Adrian Meier, PhD, asisten profesor komunikasi di University of Amsterdam di Belanda menyatakan bahwa penggunaan media sosial tidak selalu sama. Oleh karena itu, Meier merancang sebuah studi tentang bagaimana efek instagram pada kesehatan mental.

Ia berfokus pada dua macam kecemburuan sosial, pertama kecemburuan yang membuat merasa buruk dan kecemburuan yang membuat termotivasi.  Studi ini dilakukan terhadap 385 orang di mana menunjukkan bahwa meski pengguna Instagram pasif, mereka tetap bisa mendapat manfaat kesehatan mental kerena terinspirasi dari unggahan orang lain. 

“Ketika merasa lebih terinspirasi, peserta juga melaporkan kesehatan mental yang lebih baik,” kata Meirer.

Namun menurut seorang psikolog sosial dan profesor komunikasi di University of Buffalo, Melanie Green, PhD,  menyatakan bahwa meskipun Instagram dapat membuat terinspirasi, namun media ini juga bisa memicu orang membandingkan diri.

"Namun jika orang menggunakan situs untuk mengekspresikan identitas mereka sendiri, memelihara hubungan dengan teman, dan mengembangkan hubungan dengan orang lain yang berbagi nilai atau identitas penting, maka hal itu dapat berkontribusi pada kesejahteraan mental mereka," imbuh Green.

Meskipun ada banyak konten berbahaya di Instagram, Meier mengatakan bahwa efek pada kesejahteraan mental bergantung pada apa yang Anda lihat dan bagaimana Anda bereaksi terhadapnya.

"Saya ingin orang menganggap Instagram sebagai tempat untuk melakukan lebih dari sekadar berbagi selfie atau cerita," kata Jenny Korn, koordinator pendiri Race, Technology, and Media Working Group di Berkman Klein Center for Internet and Society di Harvard University.

Ia menjelaskan bahwa pengguna Instagram, terutama yang berasal dari kelompok minoritas bisa mencoba untuk inklusif dengan membuka diri di Instagram. Berbagai aksi massa juga banyak yang bermula dari media sosial seperti Instagram.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rentan Stres saat Pandemi, Kesehatan Mental Anak Juga Perlu Dirawat

Rentan Stres saat Pandemi, Kesehatan Mental Anak Juga Perlu Dirawat

Health | Kamis, 01 Oktober 2020 | 10:01 WIB

Pandemi Covid-19, 40 Persen Warga Korsel Alami Masalah Kesehatan Mental

Pandemi Covid-19, 40 Persen Warga Korsel Alami Masalah Kesehatan Mental

Health | Rabu, 30 September 2020 | 20:46 WIB

Dampak Covid-19 Terhadap Kesehatan Mental dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Dampak Covid-19 Terhadap Kesehatan Mental dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Your Say | Jum'at, 18 September 2020 | 16:35 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB