Studi Belgia: Virus Corona Covid-19 Bisa Menular ke Hewan Liar

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 08 Oktober 2020 | 16:16 WIB
Studi Belgia: Virus Corona Covid-19 Bisa Menular ke Hewan Liar
Ilustrasi hewan liar. [Karl Anderson/Unsplash]

Suara.com - Dalam sebuah studi besar, para peneliti menemukan bahwa terdapat risiko yang cukup besar manusia menularkan virus corona Covid-19 ke satwa liar.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Mammal Review, mencatat bahwa virus corona Covid-19 bisa menginfeksi dan menyebar ke mamalia liar. Hal itu berpotensi menyebabkan penyakit pada beberapa populasi sehingga membahayakan spesies yang sudah terancam punah.

"Kita benar-benar harus mengubah pandangan mengenai pandemi virus corona Covid-19 menjadi masalah multispesies," kata pemimpin penulis studi Sophie Gryseels dari University of Antwerp di Belgia dikutip dari Times of India.

Pada temuan ini, tim peneliti secara teratur mencari studi dengan kombinasi kata kunci yang berbeda, yakni SARS-CoV-2, percobaan infeksi, model hewan, mamalia, kerentanan, ACE2, garis sel, virus corona dan satwa liar.

Mereka secara husus memeriksa ProMED, platform berbasis komunitas yang memindai penyakit menular dan melaporkan setiap kasus hewan yang terinfeksi virus corona.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Meskipun kebanyakan orang sangat jarang melakukan kontak dekat dengan hewan liar, penularan virus corona Covid-19 dari menusia bisa terjadi dengan mudah selama aktivitas.

Selain itu, jika virus corona bisa ditularkan secara berkelanjutan di antara beberapa populasi atau komunitas mamalia. Hal itu akan menciptakan reservoir hewan baru yang bisa berulang kali menjadi sumber wabah baru pada manusia dan hewan lain.

Para peneliti mendesak orang untuk mengambil tindakan pencegahan sanitasi saat bersentuhan langsung atau tidak langsung dengan spesies mamalia liar untuk mencegah penularan virus corona ke satwa liar.

"Cukup sulit untuk mengendalikan virus corona pada populasi manusia, bayangkan seperti apa jadinya jika menyebar di antara mamalia liar," kata peneliti studi KU Leuven dari Universitas Arizona di AS.

Mamalia liar itu juga bisa sakit dan membentuk reservoir dimana virus corona bisa menginfeksi manusia lagi. Tapi, kita tidak bisa meminta hewan memakai masker dan jaga jarak fisik, lanjutnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi Inggris: Tenaga Medis Kekurangan Vitamin D Berisiko Kena Covid-19

Studi Inggris: Tenaga Medis Kekurangan Vitamin D Berisiko Kena Covid-19

Health | Kamis, 08 Oktober 2020 | 15:48 WIB

Studi Chicago: Kabut Otak akibat Virus Corona Bisa Indikasi PTSD

Studi Chicago: Kabut Otak akibat Virus Corona Bisa Indikasi PTSD

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 16:51 WIB

Sebelum Batuk, Ini 4 Gejala Virus Corona yang Muncul Pertama Kali!

Sebelum Batuk, Ini 4 Gejala Virus Corona yang Muncul Pertama Kali!

Health | Rabu, 07 Oktober 2020 | 16:37 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB