Pakai Kulit Mayat, Studi di Jepang Ungkap Lama Virus Corona Bisa Bertahan

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 09 Oktober 2020 | 09:14 WIB
Pakai Kulit Mayat, Studi di Jepang Ungkap Lama Virus Corona Bisa Bertahan
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Mencuci tangan sampai bersih selama 20 detik merupakan sebuah keharusan guna terhindar dari virus corona penyebab sakit Covid-19.

Semakin mengerikan ketika studi terbaru di Jepang menemukan bahwa virus corona jenis baru ini bisa bertahan lebih lama di kulit manusia daripada virus flu pada umumnya.

Penelitian tersebut mengungkap jika SARS CoV 2 bisa tetap hidup di kulit manusia selama sembilan jam. Sementara strain virus influenza A (IAV) hanya bisa hidup di kulit manusia selama dua jam.

Untungnya kedua jenis virus ini bisa dinonaktifkan dengan cara cuci tangan pakai sabun sebersih mungkin.

"Studi ini ini menunjukkan bahwa SARS CoV 2 mungkin mengalami risiko tertular lebih tinggi dibanding IAV (virus influenza), alasannya karena virus corona lebih stabil di kulit manusia," ujar peneliti dalam makalah mereka, mengutip Live Science ditulis Jumat (9/10/2020).

Penelitian yang dipublikasi dalam jurnal Clinical Infectious Diseases pada 3 Oktober lalu ini, mendukung hipotesis jika menjaga kebersihan tangan sangat penting untuk mencegah penyebaran SARS CoV 2 penyebab Covid-19.

Selain bertahan di kulit, para peneliti AS sudah lebih dulu telah meneliti bagaimana virus corona atau SARS CoV 2 bisa bertahan di permukaan tembaga selama empat jam, di kertas karton hingga 24 jam, dan di plastik dan baja bertahan lebih lama.

Sayangnya, untuk mencaritahu berapa lama virus bertahan di kulit manusia cukup rumit dan sulit dilakukan.

Sehingga untuk studi ini, peneliti Kyoto Prefectural University of Medicine Jepang memanfaatkan model sampel kulit manusia dari jenazah yang telah diotopsi.

Sampel kulit digunakan satu hari setelah kematian, agar fungsinya sama seperti manusia hidup dengan cara pencangkokan kulit.

Selain bertahan di kulit selama sembilan jam, fakta lainnya terungkap bahwa saat virus bercampur dengan lendir atau droplet yang dilepaskan melalui bersin dan batuk, maka SARS CoV 2 bisa bertahan lebih lama, yakni 11 jam.

Sedangkan saat diberikan hand sanitizer dengan kandungan 80 persen etanol, baik virus flu maupun corona bisa dinonaktifkan di kulit dalam waktu 15 detik.

Sayangnya, pada penelitian ini peneliti tidak mempertimbangkan dosis infeksi virus SARS CoV 2, atau berapa jumlah partikel virus yang diperlukan untuk menginfeksi orang lain melalui kulit yang terpapar SARS CoV 2.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Padasan Hampir Hilang, Warga Bantul Buat Gentong Raksasa sebagai Pengingat

Padasan Hampir Hilang, Warga Bantul Buat Gentong Raksasa sebagai Pengingat

Jogja | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 09:10 WIB

RSD Wisma Atlet Berikan Pendampingan Psikologis Pada Pasien Covid-19

RSD Wisma Atlet Berikan Pendampingan Psikologis Pada Pasien Covid-19

Health | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 08:45 WIB

Debat Cawapres AS: Minim Interupsi, Saling Perdebatkan Covid-19

Debat Cawapres AS: Minim Interupsi, Saling Perdebatkan Covid-19

Video | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 09:05 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB