Kecanduan Belanja Online Meningkat saat Pandemi Covid-19, Kenali Cirinya!

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 09 Oktober 2020 | 09:54 WIB
Kecanduan Belanja Online Meningkat saat Pandemi Covid-19, Kenali Cirinya!
Ilustrasi belanja online. (Pixabay/Hutchrock)

Suara.com - Masalah kesehatan mental menjadi sorotan selama selama pandemi Covid-19. Angkanya terus meningkat seiring pandemi melanda. 

Meski demikian, stres tidak selalu berhubungan dengan depresi. Tanda stres juga bisa terlihat dari kecanduan belanja online.

Ini karena efek dopamin atau hormon bahagia yang keluar saat belanja sehingga membuat orang ketagihan, akhirnya melakukannya lagi dan lagi. 

Lalu tanpa sadar uang mereka terkuras, terlilit hutang dan menyesal setelah melakukannya.

Ilustrasi belanja online (shutterstock)
Ilustrasi belanja online (shutterstock)

Konsultan dan Terapis Margaret King mengatakan banyak klien banyak datang kepadanya bermasalah dengan kebiasaan berbelanja selama karantina saat pandemi Covid-19.

"Saya punya klien baru yang datang setelah menyadari jika mereka menghabiskan waktu di situs belanja dan membeli barang yang tidak dibutuhkan, namun mereka merasa bahagia saat berbelanja," terang Margaret, mengutip Metro, Jumat (9/10/2020).

Akhirnya kata Margaret, kliennya ini merasa malu dan membenci diri sendiri karena menghabiskan uang untuk barang yang tidak mereka butuhkan.

"Klien-klien ini terpengaruh lockdown atau pandemi. Beberapa orang menghabiskan uang dan hari-hari mereka bekerja dari rumah dan tidak sesibuk saat bekerja di kantor," ungkap Margaret.

Bagi sebagian orang berbelanja online sangat mengasyikkan, khususnya bagi mereka yang sebelumnya tidak bisa berbelanja online saat di lingkungan kerja.

Adapun berikut tanda-tanda yang bisa diperhatikan jika Anda kecanduan belanja online :

Selalu merasa cemas dan cenderung penyendiri.

  1. Bersikap sembunyi-sembunyi, menghapus riwayat internet secara teratur, mengubah kata sandi dan tidak banyak bicara.
  2. Membuat alasan lain untuk keluar rumah, karena orang tersebut mengatur pengiriman belanjaan di tempat lain.
  3. Marah untuk membentuk pertahanan diri, saat masalahnya disinggung.
  4. Menawarkan untuk membuang sampah, agar kemasan hasil belanja tidak terlihat.
  5. encoba mengatur anggaran rumah tangga, agar punya lebih banyak uang untuk dibelanjakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Terbaru: 86 Persen Orang Positif Covid-19, Tanpa Gejala

Penelitian Terbaru: 86 Persen Orang Positif Covid-19, Tanpa Gejala

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 09:30 WIB

Temanggung Optimalkan Pembinaan Penerapan Protokol Kesehatan di Pesantren

Temanggung Optimalkan Pembinaan Penerapan Protokol Kesehatan di Pesantren

Jawa Tengah | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 09:20 WIB

Waspada, Hewan Mamalia di Sekitar Kita Mungkin Rentan Virus Corona

Waspada, Hewan Mamalia di Sekitar Kita Mungkin Rentan Virus Corona

Health | Jum'at, 09 Oktober 2020 | 09:00 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB