Sedang Digandrungi, Ketahui Dampak Berbahaya Lilin Aroma

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 09 Oktober 2020 | 12:35 WIB
Sedang Digandrungi, Ketahui Dampak Berbahaya Lilin Aroma
Ilustrasi Lilin aroma. (Pixabay)

Suara.com - Beberapa orang mungkin suka menggunakan lilin aroma untuk mengharumkan ruangan. Tapi, lilin aroma mungkin memiliki sisi berbahaya yang belum banyak diketahui.

Benda apapun yang mengandung lilin parafin dan dibakar dalam ruangan pasti mengeluarkan banyak partikulat (asap hitam yang berasal dari lilin terbakar).

Menurut ahli paru Dr Sundeep Salvi, asap hitam yang berasal dari lilin yang menyala bisa berdampak buruk bagi kesehatan seseorang, terlepas dari komposisi parfumnya.

Dalam hal ini, bayi, orang lanjut usia yang menderita pneumonia dan masalah pernapasan berisiko tinggi terkena polutan ini.

Partikel 2,5 akan tetap berada di udara lama setelah lilin aroma ini dibakar. Partikel inilah yang akan menimbulkan dampak buruk jika dihirup.

Ilustrasi Lilin aroma. (Pixabay)
Ilustrasi Lilin aroma. (Pixabay)

"Menghirup udara yang sangat terkkonsentrasi ini jelas tidak baik untuk anak-anak dan orang tua. Sementara orang yang menderita asma dan bronkitis juga rentan terhadapnya," jelas Dr Sundeep Salvi dikutip dari Times of India.

Sayangnya, banyak orang yang belum memahami dampak berbahaya dari lilin aroma ini. Tapi, penelitian terdahulu ada yang menemukan menghirup udara yang terkontaminasi obat nyamuk bakar selama 6 jam sama dengan merokok 100 batang sehari.

Sementara itu, efek membakar satu batang dupa mirip dengan mengisap 5-15 batang rokok setiap harinya. Tapi, belum ada penelitian yang memeriksa zat dalam lilin aroma ini.

Jika Anda memang terbiasa menggunakan lilin aroma untuk penyegar dan pengharum ruangan, maka gunakanlah lilin yang terbuat dari liin lebah, lilin kelapa dan lilin kedelai.

Karena, lilin berbahan dasar alami itu bisa memberikan efek menenangkan tanpa membahayakan kesehatan orang yang menghirupnya.

"Lilin kelapa salah satu opsi yang paling baik, tapi memang sulit didapatkan. Sedangkan, kami mencapai titik manis lilin kedelai dan lilin lebah dalam proporsi berbeda. Guna mendapatkan aroma yang pas, kami menggunakan minyak esensial," jelas Anushkha Advani, pengusaha lilin aroma.

Menurut ilmuwan dalam Program Penelitian dan Penyuluhan 1890 di Universitas Negeri SC, paparan jangka panjang terhadap emisi lilin tertentu bisa membahayakan kesehatan dan mengakibatkan kualitas udara dalam ruangan yang buruk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Solusi Dongkrak Penjualan Mobil Bukan Hanya Stimulus Pajak Nol Persen

Solusi Dongkrak Penjualan Mobil Bukan Hanya Stimulus Pajak Nol Persen

Otomotif | Selasa, 06 Oktober 2020 | 13:15 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja, Arti dan Isi Omnibus Law yang Rugikan Pekerja

Omnibus Law Cipta Kerja, Arti dan Isi Omnibus Law yang Rugikan Pekerja

News | Senin, 05 Oktober 2020 | 21:33 WIB

Pemanasan Global Pengaruhi Suhu Malam Hari Secara Berbeda

Pemanasan Global Pengaruhi Suhu Malam Hari Secara Berbeda

Tekno | Senin, 05 Oktober 2020 | 20:40 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB