Indonesia Belum Punya Laboratorium Untuk Diagnosis Penyakit Langka

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 12 Oktober 2020 | 13:01 WIB
Indonesia Belum Punya Laboratorium Untuk Diagnosis Penyakit Langka
Ilustrasi penyakit [shutterstock]

Suara.com - Ketua Pusat Layanan Penyakit Langka RSCM Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif Sp.A(K) mengatakan, Indonesia belum memiliki laboratorium khusus untuk mendiagnosis penyakit langka.

Padahal jumlah pasien penyakit langka di Indonesia diperkiraka mencapai 10 persen dari total penduduk Indonesia atau sekitar 25 juta orang.

"Saya sudah awareness berkali-kali, penyakit ini banyaknya sudah 10 persen dari penduduk Indonesia," kata Damayanti dalam webinar dari Yayasan MPS & Penyakit Langka beberapa waktu lalu.

Damayanti bercerita, ketika Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) akan membuat gedung Indonesian Medical Education and Research Institute atau Imeri, ia ditunjuk oleh Dekan FKUI untuk mengembangkan penelitian mengenai penyakit genetik.

Sayangnya, usulan untuk membuat laboratorium terkait hal tersebut tidak disetujui. Padahal selama ini pasien penyakit langka di Indonesia selalu mendapatkan diagnosis dari laboratorium di luar negeri.

"Rupanya penyakit genetik ini kalah, karena dibilang rare (langka). Kedua orang selalu berpikir kalau rare disease gak ada obatnya. Bahkan pernah saya pergi ke seorang pejabat yang dia mengatakan 'buat apa ditolong yang seperti ini'. Bingung gak jawabannya," tutur Damayanti.

Padahal, ia menegaskan bahwa jika diberi perawatan medis dan mendapatkan obat, kondisi pasien penyakit langka bisa membaik.

"Gak semua penyakit langka itu obatnya mahal, ada sederhana. Saya ada pasien yang hanya dengan obat di Indonesia bisa membaik. Cita-cita kita paling tidak bisa diagnosis sendiri di Indonesia. Ini belum sampai obatnya. Kalau diagnosis sudah bisa, baru kita bicara obatnya," ucapnya.

Selama 20 tahun menangani terkait penyakit langka, Damayanti mengatakan ia telah mendiagnosis setidaknya ratusan penyakit langka pada pasien.

Jika seseorang dicurigai mengalami kelainan genetik atau penyakit langka, pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Setelah itu, dokter RSCM akan mencarikan negara untuk dilakukan diagnosis, salah satunya Australia.

"Dengan Australia relatif pemeriksaan tidak mahal tapi ongkos kirimnya luar biasa. Akhirnya kita kirimnya lewat perusahaan rumah sakit di Indonesia yang punya cabang di Australia. Setelah sekian lama, akhirnya saya ketemu teman-teman se-Asia, ketemu Taiwan yang membuka pintu. Akhirnya saya bisa menegakan diagnosis banyak," tutupunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diprediksi, Jumlah Pasien Penyakit Langka di Indonesia Capai 25 Juta Orang

Diprediksi, Jumlah Pasien Penyakit Langka di Indonesia Capai 25 Juta Orang

Health | Senin, 12 Oktober 2020 | 10:49 WIB

Gak Tega Lihatnya, Jemari Balqis Putus Sendiri, Derita Penyakit Langka

Gak Tega Lihatnya, Jemari Balqis Putus Sendiri, Derita Penyakit Langka

Jakarta | Rabu, 23 September 2020 | 15:43 WIB

Peduli Tenkes, FKUI Dapat Bantuan Ribuan Face Shield dari Korea Selatan

Peduli Tenkes, FKUI Dapat Bantuan Ribuan Face Shield dari Korea Selatan

Press Release | Jum'at, 18 September 2020 | 20:00 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB