Relawan Jatuh Sakit, Uji Klinis Vaksin Corona Johnson & Johnson Dihentikan

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:20 WIB
Relawan Jatuh Sakit, Uji Klinis Vaksin Corona Johnson & Johnson Dihentikan
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (getty image)

Suara.com - Johnson & Johnson telah menghentikan uji klinis vaksin virus corona eksperimentalnya. Hal itu lantaran ada salah satu relawan vaksin yang mengalami sakit yang tidak dapat dijelaskan.

"Kami telah menghentikan sementara pemberian dosis lebih lanjut di semua uji klinis kandidat vaksin Covid-19 kami, termasuk uji coba ENSEMBLE Fase 3, karena penyakit yang tidak dapat dijelaskan pada peserta penelitian," tulis perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Dilansir dari New York Post, perusahaan itu tidak mengungkapkan rincian tentang penyakit yang dilaporkan, tetapi mengatakan peserta sedang dievaluasi oleh dewan pengawas internal dan dokter.

“Kita harus menghormati privasi peserta ini. Kami juga mempelajari lebih lanjut tentang penyakit peserta ini, dan penting untuk mengetahui semua faktanya sebelum kami membagikan informasi tambahan, "tulis Johnson & Johnson.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Penghentian sementara uji klinis ini ertama kali dilaporkan oleh Stat News. Perusahaan mengatakan dalam pernyataannya bahwa penyakit selama uji klinis tidak jarang terjadi.

“Kejadian buruk - penyakit, kecelakaan, dll. - bahkan yang serius, merupakan bagian yang diharapkan dari setiap studi klinis, terutama studi besar.”

ampaknya akan ambyar setelah uji klinis terakhir calon vaksinnya yang dikembangkan bersama Universitas Oxford, Inggris itu dihentikan sementara untuk waktu yang belum ditentukan.

Uji klinis vaksin Covid-19 dari Astrazeneca dan Oxford, yang sebelumnya digadang-gadang sebagai yang tercepat di antara kandidat vaksin lainnya, juga sempat dihentikan karena salah satu relawan yang sudah disuntik mengalami gejala penyakit yang belum bisa dijelaskan.

Sudah miliaran dosis vaksin Oxford - Astrazeneca dipesan oleh negara-negara maju, mulai dari Amerika Serikat, Afrika Selatan, Uni Eropa, hingga Australia.

baca juga

Presiden AS, Donald Trump bahkan sudah mendesak agar vaksin itu tersedia sebelum pemilihan umum pada November nanti. Sementara di India, pabrik-pabrik vaksin terbesar di dunia sudah siap memproduksi vaksin-vaksin Oxford tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doni Monardo: Nyaris Tak Ada Lagi Tempat Aman dari Ancaman Covid-19

Doni Monardo: Nyaris Tak Ada Lagi Tempat Aman dari Ancaman Covid-19

News | Selasa, 13 Oktober 2020 | 13:19 WIB

Update Positif Corona Batam 13 Oktober, Hampir 2.000 Orang COVID-19

Update Positif Corona Batam 13 Oktober, Hampir 2.000 Orang COVID-19

Batam | Selasa, 13 Oktober 2020 | 13:18 WIB

Dirut Bio Farma Sebut Harga Vaksin Covid-19 Kisaran Rp 200 Ribu

Dirut Bio Farma Sebut Harga Vaksin Covid-19 Kisaran Rp 200 Ribu

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2020 | 12:28 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×