Olahraga Beban atau Kardio, Mana yang Lebih Sehat untuk Jantung?

Arendya Nariswari | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 19:59 WIB
Olahraga Beban atau Kardio, Mana yang Lebih Sehat untuk Jantung?
Ilustrasi olahraga angkat beban. (Pexels)

Suara.com - Dalam meningkatkan kesehatan jantung, olahraga yang paling umum disarankan adalah kardio ketimbang olahraga beban. Kardio sendiri merupakan bentuk olahraga aerobik yang membuat tubuh lebih banyak menggunakan oksigen ketika detak jantung meningkat.

Kardio juga dipercaya membantu meningkatkan kapasitas paru-paru dan memperkuat otot jantung.

Sementara olahraga beban atau latihan kekuatan, dianggap lebih terfokus dalam memperkuat tulang dan otot. Namun penelitian baru-baru ini menyebutkan, bahwa olahraga kekuatan nyatanya sama bermanfaatnya dengan kardio dalam menyehatkan jantung.

Melansir dari Times of India, Jumat (16/10/2020) studi yang diterbitkan dalam Journal of Medicine & Science in Sports & Exercise pada 2019 menunjukkan bahwa orang yang melakukan latihan kekuatan setidaknya satu jam per minggu, memiliki risiko serangan jantung atau stroke lebih rendah.

Bahkan penurunan risiko tersebut mencapai 40 persen hingga 70 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukannya.

Pada studi ini, para peneliti memeriksa kebiasaan olahraga dari hampir 13.000 orang dewasa dengan usia rata-rata 47 tahun. Semua sukarelawan pada saat penelitian ini tidak menderita masalah kardiovaskular apapun.

Berdasarkan penelitian, olahraga angkat berat mengurangi jenis lemak dari tubuh yang terkait dengan masalah kardiovaskular. Lemak ini terdapat jauh di dalam jaringan di sekitar organ, dan latihan kekuatan bekerja lebih baik untuk menghilangkan lemak tersebut.

Ilustrasi olahraga lari [shutterstock]
Ilustrasi olahraga lari [shutterstock]

Sesuai penelitian yang diterbitkan pada Juni 2017, melakukan latihan kekuatan bahkan selama satu jam dalam seminggu dapat mengurangi risiko terkena gangguan metabolisme hingga 17 persen. Gangguan metabolisme termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi dan diabetes.

Untuk mendapatkan efek kesehatan yang maksimal, maka kombinasikan rutinitas olahraga yang terdiri dari latihan kardio dan latihan kekuatan.

Perpaduan yang seimbang dari kedua olahraga tersebut dapat membantu Anda meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, peneliti juga menegaskan bahwa berolahraga selama 150 menit per minggu akan memberkan efek kesehatan secara efektif. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Dua Gejala Ini Bisa Sebabkan Serangan Jantung

Waspada, Dua Gejala Ini Bisa Sebabkan Serangan Jantung

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2020 | 13:21 WIB

Dokter Spesialis bagi Tips Jaga Kesehatan Pasien Jantung selama Pandemi

Dokter Spesialis bagi Tips Jaga Kesehatan Pasien Jantung selama Pandemi

Jogja | Sabtu, 10 Oktober 2020 | 17:17 WIB

Tubuhnya Sangat Kekar, Atlet Angkat Beban Wanita Curhat Sering Dikira Pria

Tubuhnya Sangat Kekar, Atlet Angkat Beban Wanita Curhat Sering Dikira Pria

Bali | Rabu, 07 Oktober 2020 | 15:36 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB