Tips Untuk Orangtua Agar Anak Terhindar Tifus

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 07:10 WIB
Tips Untuk Orangtua Agar Anak Terhindar Tifus

Suara.com - Anak-anak rentan mengalami demam tifoid atau tifus. Dokter spesialis anak dr. Tisa Rori Sp.A mengatakan hal itu disebabkan karena pola hidup tidak sehat atau juga akibat jajan sembarangan. 

Tisa menjelaskan bahwa tifoid disebabkan karena infeksi bakteri salmonella yang mudah mencemari dari lingkungan tidak bersih, kurang sanitasi, dan tidak hidup bersih.

"Juga berhubungan dengan imunitas. Makanya penyakit ini banyak terjadi pada anak-anak karena imunitasnya masih rendah. Tertinggi insiden pada usia 10-15 tahun. Karena mereka kebiasaan kurang cuci tangan, kemudian jajan sembarangan," kata Tisa dalam siaran langsung Instagram RS Mitra Keluarga, Jumat (16/10/2020). 

Demam pada sore dan malam hari menjadi gejala paling umum terjadi pada anak yang mengalami tifoid, kata Tisa. Selain itu, biasanya juga mengakibatkan mual, pusing, dan cepat lelah. 

Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Tisa mengingatkan bahwa demam tifoid bisa berakibat mengganggu fungsi organ lain karena bakteri bisa menyebar melalui aliran darah. Tetapi ciri khasnya, bakteri salmonella akan menyerang saluran cerna.

Sehingga akibat paling buruk pasien bisa mengalami radang usus atau pendarahan jika terlambat ditangani, papar Tisa.

"Penyakit ini berhubungan dengan sanitasi, kebersihan seseorang. Selalu biasakan hidup sehat. Selalu cuci tangan sebelum makan. Hindari makanan yang mentah atau setengah matang. Terutama dalam era pandemi. Tidak lupa juga vaksinasi tifoid," jelasnya.

Anak bisa mendapatkan vaksin tifoid mulai usia 2 tahun dan diulang saat usianya 5 tahun, lanjut Tisa. Namun, diakuinya, vaksin memang tidak menjamin 100 persen anak tidak terinfeksi. Tapi setidaknya melindungi anak dari kemungkinan kondisi berat saat mengalami demam tifoid.

"Dari vaksinasi memang tidak 100 persen tapi melindungi hingga 70-90 persen. Bila anak sakit kemungkinan gejalanya ringan," ucap Tisa. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Demam Tifus Haruskah Dirawat Inap di Rumah Sakit? Ini Kata Dokter

Anak Demam Tifus Haruskah Dirawat Inap di Rumah Sakit? Ini Kata Dokter

Health | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 19:37 WIB

Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19, Menhub Budi Sempat Didiagnosis Tifus

Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19, Menhub Budi Sempat Didiagnosis Tifus

Health | Sabtu, 16 Mei 2020 | 12:22 WIB

Sempat Sakit Tifoid, Begini Kondisi Nana Mirdad Kini

Sempat Sakit Tifoid, Begini Kondisi Nana Mirdad Kini

Health | Rabu, 20 Maret 2019 | 10:55 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB