Ada Obat 'Viagra' untuk Perempuan, Bagaimana Cara Kerjanya?

Rauhanda Riyantama, Rosiana Chozanah

Senin, 19 Oktober 2020 | 11:19 WIB
Ada Obat 'Viagra' untuk Perempuan, Bagaimana Cara Kerjanya?
Ilustrasi seks, bercinta. (Shutterstock)

Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah menyetujui sebuah obat untuk meningkatkan gairah seks wanita tahun lalu. Obat ini diperuntukkan bagi wanita yang memiliki dorongan seksual rendah.

Obat yang disebut bremelanotide, dengan nama merek Vyleesi, telah disetujui untuk mengobati wanita premenopause dengan gangguan hasrat seksual hipoaktif atau hypoactive sexual desire disorder (HSDD).

Cara menggunakannya adalah dengan menyuntikkan obat di bawah perut atau paha setidaknya 45 menit sebelum aktivitas seksual.

Namun, seorang wanita tidak boleh mengonsumsinya lebih dari satu dosis dalam periode 24 jam atau lebih dari 8 osis per bulan.

Berdasarkan Live Science, bremelanotide berikatan dengan reseptor melanokortin di otak, yang berperan dalam banyak fungsi biologis, seperti metabolisme dan asupan makanan, pigmentasi kulit, dan pengaturan nyeri.

Viagra untuk wanita (Vyleesi.com)
Viagra untuk wanita (Vyleesi.com)

Namun, FDA belum tahu persisnya bagaimana obat ini bekerja untuk meningkatkan hasrat seksual wanita.

Tapi mereka berteori, bremelanotide bekerja dengan meningkatkan dopamin, bahan kimia otak yang terlibat dalam pemrosesan aktivitas menyenangkan atau 'hadiah', di bagian otak tertentu.

"Pada akhirnya, memungkinkan wanita untuk memproses stimulasi erotis sebagai 'hadiah'," kata Sheryl Kingsberg, kepala Divisi Pengobatan Perilaku di University Hospitals Cleveland Medical Center, yang telah mempelajari bremelanotide.

Kingsberg mengatakan fungsi seksual normal bergantung pada keseimbangan sinyal rangsangan dan penghambatan di otak. Dan HSDD merupakan hasil dari tidak cukupnya eksitasi atau terlalu banyaknya penghambat.

Dari masalah ini, bremelanotide dihipotesiskan untuk meningkatkan respons eksitasi dengan melepaskan dopamin,

Bremelanotide tidak boleh digunakan pada orang dengan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol atau orang dengan penyakit jantung, kata FDA.

Selain itu, pasien harus berhenti mengonsumsi bremelanotide setelah delapan minggu jika mereka tidak mengalami peningkatan gairah seksual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berhenti Berhubungan Seks, Ini Yang Bisa Terjadi Pada Mental Kamu

Berhenti Berhubungan Seks, Ini Yang Bisa Terjadi Pada Mental Kamu

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2020 | 21:10 WIB

Studi Ungkap Seks Bebas Berdampak Buruk Pada Kesehatan Mental

Studi Ungkap Seks Bebas Berdampak Buruk Pada Kesehatan Mental

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2020 | 21:45 WIB

Seks, Kunci Keharmonisan Pernikahan Vanessa Angel dan Suami

Seks, Kunci Keharmonisan Pernikahan Vanessa Angel dan Suami

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2020 | 16:29 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB