Berkaitan dengan Hormon, Konsumsi Makanan Olahan Bisa Bikin Gemuk

Rauhanda Riyantama, Fita Nofiana

Senin, 19 Oktober 2020 | 14:20 WIB
Berkaitan dengan Hormon, Konsumsi Makanan Olahan Bisa Bikin Gemuk
Makanan olahan

Suara.com - Konsumsi makanan olahan memang dikenal tak baik untuk tubuh. Bahkan sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Cell Metabolism menunjukkan bahwa konsumsi makanan olahan seperti fast food atau junk food dalam dua minggu bisa berefek perubahan hormonal.

Melansir dari Time, studi tersebut meneliti 20 orang dewasa sehat yang tinggal selama sebulan di laboratorium. Mereka diberi makan dan camilan olahan dan bukan olahan secara bergantian, dua minggu pertama makan makanan olahan dan dua minggu berikutnya makan makanan tidak olahan.

Makanan olahan yang diberikan adalah makanan seperti ravioli kalengan, chicken nugget, dan bagel sementara makanan yang tidak diolah seperti salad, telur orak-arik, oatmeal, dan kacang-kacangan.

Kedua pola makan mengandung nutrisi yang hampir sama, dengan jumlah gula, lemak, natrium, serat, dan lainnya yang sama. Tetapi makanan-makanan tersebut nyatanya memiliki efek yang sangat berbeda pada tubuh.

Ketika orang makan makanan yang diproses mereka makan sekitar 500 lebih banyak kalori per hari daripada yang mereka makan dengan makanan yang tidak diproses. Berat badan mereka juga bertambah sekitar dua pon atau 1 kg selama dua minggu.

Meskipun orang mengatakan bahwa mereka merasa kenyang dan puas dengan kedua pola makan tersebut, pola maknan yang tidak diolah menyebabkan peningkatan hormon penekan nafsu makan yang disebut PYY dan penurunan hormon kelaparan ghrelin. Sementara makan makanan olahan cenderung membuat lebih cepat lapar dan makan berlebih.  

"Perubahan hormonal yang terjadi karena alasan yang tidak sepenuhnya kami pahami, cenderung mendukung pengamatan kami," kata Kevin Hall, penulis utama studi dan peneliti senior di Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal di National Institutes of Health.

Ilustrasi nugget ayam. (Pixabay/@BellaBalla)
Ilustrasi nugget ayam. (Pixabay/@BellaBalla)

"Orang-orang secara spontan mengurangi asupan kalori mereka menyebabkan penurunan berat badan dan kehilangan lemak tubuh, tanpa mereka harus menghitung kalori atau bahkan dengan sengaja" imbuhnya. 

 Tetapi penelitian ini memberikan bukti terbaru bahwa mengurangi makanan olahan mungkin sepadan dengan harga dan upaya ekstra.

baca juga

“Ini adalah uji coba pertama yang benar-benar dapat menunjukkan bahwa ada hubungan kausal antara makanan olehan terlepas dari nutrisi tersebut yang menyebabkan orang makan berlebihan dan menambah berat badan,” imbuhnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Kebanyakan Makan Junk Food Memicu Penuaan Sel

Waspada, Kebanyakan Makan Junk Food Memicu Penuaan Sel

Health | Kamis, 03 September 2020 | 12:09 WIB

Makanan Olahan Membuat Gemuk Tapi Tak Bernutrisi & Tak Baik untuk Jantung!

Makanan Olahan Membuat Gemuk Tapi Tak Bernutrisi & Tak Baik untuk Jantung!

Health | Senin, 16 Desember 2019 | 17:21 WIB

Makanan Olahan Dituding Jadi Penyebab Autisme pada Anak

Makanan Olahan Dituding Jadi Penyebab Autisme pada Anak

Health | Jum'at, 21 Juni 2019 | 17:55 WIB

Terkini

Toyota Pamerkan Lini Ikonik AE86 Hingga Lini Gazoo Racing

Toyota Pamerkan Lini Ikonik AE86 Hingga Lini Gazoo Racing

Otomotif | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Pernah Jadi Cawapres Pilpres 2024, Kenapa Mahfud MD Tak Ikut Gugat Ijazah Gibran?

Pernah Jadi Cawapres Pilpres 2024, Kenapa Mahfud MD Tak Ikut Gugat Ijazah Gibran?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS

Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Viral! Hitler Mussolini Terpilih sebagai Wali Kota dengan Dulang 229 Suara, Kok Bisa?

Viral! Hitler Mussolini Terpilih sebagai Wali Kota dengan Dulang 229 Suara, Kok Bisa?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Viral! WNA Rusia Diduga Lontarkan Ucapan Rasis ke Warga Bali: Kalian Kulit Cokelat Hidup dari Kami

Viral! WNA Rusia Diduga Lontarkan Ucapan Rasis ke Warga Bali: Kalian Kulit Cokelat Hidup dari Kami

Entertainment | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Bus Persib EPA U-18 Diserang Gerombolan OTK, Viking Persib Club: Ini Kejahatan, Bukan Rivalitas!

Bus Persib EPA U-18 Diserang Gerombolan OTK, Viking Persib Club: Ini Kejahatan, Bukan Rivalitas!

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:36 WIB

21 Orang Positif Narkoba Terjaring Razia Polda Kepri di Batam

21 Orang Positif Narkoba Terjaring Razia Polda Kepri di Batam

Batam | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Mencekam! Bus Pemain Muda Persib Bandung Dirusak, Koper Pemain Dijarah Hingga Ofisial Dianiaya

Mencekam! Bus Pemain Muda Persib Bandung Dirusak, Koper Pemain Dijarah Hingga Ofisial Dianiaya

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Marvel dan Kadokawa Luncurkan Lima Manga Baru, Ada Iron Man!

Marvel dan Kadokawa Luncurkan Lima Manga Baru, Ada Iron Man!

Your Say | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:30 WIB

8 Arti Mimpi Kehilangan Motor Menurut Primbon Jawa, Malah Pertanda Baik?

8 Arti Mimpi Kehilangan Motor Menurut Primbon Jawa, Malah Pertanda Baik?

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 10:29 WIB

×