Makanan Olahan Dituding Jadi Penyebab Autisme pada Anak

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Jum'at, 21 Juni 2019 | 17:55 WIB
Makanan Olahan Dituding Jadi Penyebab Autisme pada Anak
Sosis, salah satu makanan olahan yang diduga picu autisme pada anak. (eatjogja.com)

Suara.com - Banyak makanan yang konon pantang dikonsumsi ibu hamil. Salah satunya adalah makanan olahan. Hal ini karema makanan olahan dapat berdampak tak baik tidak hanya pada diri mereka, tapi juga bayi di dalam kandungan.

Sebuah penelitian mengungkap, makanan olahan yang sering dikonsumsi ibu hamil bisa jadi kunci untuk meningkatkan autisme di masa depan bagi buah hati mereka.

Penelitian ini dilakukan untuk mencari tahu apa yang jadi penyebab jumlah autisme yang semakin besar setiap harinya. Dengan temuan ini, para peneliti menyarankan agar ibu hamil lebih memerhatikan apa yang mereka konsumsi.

Makanan olahan yang dikonsumsi ibu hamil membuat efek besar pada otak janin yang sedang berkembang.

Sebagai bagian dari penelitian, tim peneliti mengidentifikasi perubahan molekuler yang terjadi ketika sel-sel punca neuro terpapar pada asam tingkat tinggi yang biasa ditemukan dalam makanan olahan.

Dalam studi yang diterbitkan 19 Juni di Scientific Reports, jurnal Nature, para peneliti menemukan Propionic Acid (PPA) dengan tingkat yang tinggi. Ini adalah kandungan yang sering digunakan untuk meningkatkan umur simpan makanan olahan dalam kemasan.

PPA sendiri dapat menghambat jamur dalam keju dan roti yang diproses secara komersial, yang efeknya bisa mengurangi perkembangan neuron di otak janin.

Saleh Naser, yang berspesialisasi dalam penelitian gastroenterologi di Sekolah Tinggi Ilmu Kedokteran Biomedis Burnett, memulai penelitian setelah laporan menunjukkan bahwa anak-anak dengan autisme sering menderita masalah lambung seperti sindrom iritasi usus besar.

Dia melihat hubungan antara kondisi usus dan otak dan mulai memeriksa bagaimana mikrobioma atau bakteri usus yang ternyata berbeda antara anak dengan autisme dan mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.

baca juga

"Penelitian telah menunjukkan ada tingkat PPA yang lebih tinggi pada sampel tinja dan mikrobioma usus pada anak dengan autisme. Saya ingin tahu apa penyebabnya," Naser menjelaskan, seperti dikutip dari laman The Health Site.

Di laboratorium, para ilmuwan menemukan sel batang saraf yang terpapar PPA yang berlebihan dapat merusak sel-sel otak dalam beberapa cara. Pertama, PPA mengganggu keseimbangan alami antara sel-sel otak dengan mengurangi jumlah neuron dan memproduksi sel glial yang berlebihan.

Meski sel glial membantu mengembangkan dan melindungi fungsi neuron, namun jika jumlahnya terlalu banyak, ini dapat mengganggu konektivitas antar neuron. Mereka juga menyebabkan peradangan yang terlihat pada otak anak-anak dengan autisme.

Jumlah PPA yang berlebihan juga memperpendek dan merusak jalur yang digunakan neuron untuk berkomunikasi dengan seluruh tubuh.

Kombinasi dari berkurangnya neuron dan jalur yang rusak menghambat kemampuan otak untuk berkomunikasi, menghasilkan perilaku yang sering ditemukan pada anak-anak dengan autisme, termasuk perilaku berulang, masalah mobilitas, dan ketidakmampuan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Pentingnya Ibu Hamil Lakukan Skrining Janin Lewat NIPT

Ini Pentingnya Ibu Hamil Lakukan Skrining Janin Lewat NIPT

Health | Jum'at, 21 Juni 2019 | 08:13 WIB

Ibu Hamil Kena Wasir, Begini 5 Cara Mengatasi Wasir

Ibu Hamil Kena Wasir, Begini 5 Cara Mengatasi Wasir

Health | Kamis, 20 Juni 2019 | 18:54 WIB

Ibu Hamil Ekstensi Bulu Mata, Wajib Perhatikan Hal Ini

Ibu Hamil Ekstensi Bulu Mata, Wajib Perhatikan Hal Ini

Lifestyle | Kamis, 20 Juni 2019 | 15:10 WIB

Terkini

Diambil dari Urban Legend Babakan Siliwangi, Budget The Doll Ghawiah Disebut Setara 3 Film Horor

Diambil dari Urban Legend Babakan Siliwangi, Budget The Doll Ghawiah Disebut Setara 3 Film Horor

Entertainment | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:37 WIB

KPK Bongkar Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, Yusril Tegaskan Pemerintah Tak Intervensi

KPK Bongkar Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, Yusril Tegaskan Pemerintah Tak Intervensi

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:35 WIB

452 Hektar Lahan Terbakar di Palembang, 93 Hektar Berada di Kawasan Rawa Konservasi

452 Hektar Lahan Terbakar di Palembang, 93 Hektar Berada di Kawasan Rawa Konservasi

Sumsel | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Kenapa Eyeliner Bikin Mata Perih dan Gatal? Ini Penyebabnya

Kenapa Eyeliner Bikin Mata Perih dan Gatal? Ini Penyebabnya

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:34 WIB

Perbedaan Shade Bedak Marcks Creme, Rose, Invisible, dan Natural Beige

Perbedaan Shade Bedak Marcks Creme, Rose, Invisible, dan Natural Beige

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Review Djamin Setia Selamanya: Cinta dan Perjuangan yang Terlalu Padat

Review Djamin Setia Selamanya: Cinta dan Perjuangan yang Terlalu Padat

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Dukung Kelancaran Penerbangan, Kilang Plaju Jaga Keandalan Produksi dan Mutu Avtur

Dukung Kelancaran Penerbangan, Kilang Plaju Jaga Keandalan Produksi dan Mutu Avtur

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:24 WIB

BSU 2026 Kapan Cair? Ini Update Resmi Kemnaker, Segera Cek Status Penerima

BSU 2026 Kapan Cair? Ini Update Resmi Kemnaker, Segera Cek Status Penerima

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Anak Krakatau Kembali Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Tertinggi 500 Meter

Anak Krakatau Kembali Erupsi Tiga Kali, Kolom Abu Tertinggi 500 Meter

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Dilema Kebijakan Pangan: Mengapa Diversifikasi Pangan Belum Jadi Kebiasaan?

Dilema Kebijakan Pangan: Mengapa Diversifikasi Pangan Belum Jadi Kebiasaan?

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:15 WIB

×