facebook

Satgas Covid-19 Ungkap Masih Ada Stigma Negatif untuk Pasien, Kenapa?

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati
Satgas Covid-19 Ungkap Masih Ada Stigma Negatif untuk Pasien, Kenapa?
Ilustrasi pasien virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Pandangan buruk atau stigma negatif dari masyarakat terhadap pasien Covid-19 masih menjadi persoalan.

Suara.com - Pandangan buruk atau stigma negatif dari masyarakat terhadap pasien Covid-19 masih menjadi persoalan.

Menurut Satgas Covid-19, peran media sangat berpengaruh dalam pembentukan stigma tersebut.

Tim Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Urip Purwono, M.Sc, M.S., Ph.D mengatakan bahwa bahasa yang digunakan media dalam menyampaikan informasi dapat menambah stigma tersebut.

"Kalau kita selalu pakai bahasa 'korban covid', korban itu sendiri memiliki konotasi negatif. Itu secara psikologis menambah berat stigma. Lebih baik memakai bahasa 'yang sudah mendapatkan pengobatan' dibandingkan korban yang tertular. Ini perlu dipahami," kata Urip dalam siaran virtual BNPB, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga: Ini Dia Warga Prioritas Penerima Vaksin Covid-19 di Kota Bogor

Menurutnya, stigma itu dianggap berbahaya dalam kondisi pandemi saat ini.

Sebab memunculkan pandangan negatif yang membuat mereka dijauhi.

Akibatnya, menimbulkan perubahan perilaku orang yang terinfeksi virus jadi menyembunyikannya lantaran khawatir dengan stigma.

"Itu berbahaya bahkan sebelum kena kalau dia tahu ada tanda-tanda (covid) lebih baik periksa," katanya.

Selain menghilangkan stigma buruk di masyarakat, Urip menyampaikan bahwa semua orang juga sebaiknya dipersiapkan untuk menghadapi pandangan negatif itu.

Baca Juga: Masih Pandemi, Dokter Imbau Masyarakat Bawa New Normal Kit Saat Bepergian

"Ada satu konsep di psikologis itu namanya resiliensi. Itu bisa ditingkatkan. Kalau tahu kena stigma yang bersangkutan bisa mengatasi stigma tersebut. Selain stigma itu sendiri harus dihilangkan," ujarnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar