alexametrics

Studi Denmark: Orang Golongan Darah O Tidak Mudah Tertular Virus Corona

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni
Studi Denmark: Orang Golongan Darah O Tidak Mudah Tertular Virus Corona
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Penelitian di Denmark menemukan orang golongan darah O jarang tertular virus corona dan golongan darah A dan AB paling mudah mengembangkan gejala parah.

Suara.com - Sebuah penelitian baru menemukan orang dengan golongan darah O lebih kecil kemungkinannya tertular virus corona Covid-19.

Para ilmuwan juga mengatakan mereka juga kecil kemungkinannya mengalami komplikasi parah seperti kegagalan organ hingga kematian.

Tapi, orang dengan golongan darah A dan AB adalah kelompok yang paling rentan terhadap virus corona Covid-19.

Penemuan dari dua penelitian independen telah menjelaskan, penyebab virus corona Covid-19 cukup mematikan bagi sebagian orang. Sementara yang lain hanya mengalami gejala ringan atau tidak memilikinya sama sekali.

Baca Juga: Berisiko Sebarkan Virus Corona, Hati-Hati Sentuh 6 Permukaan Benda Ini!

Satu tim membandingkan data registri kesehatan Denmark dengan lebih dari 473 ribu orang yang diuji untuk virus corona Covid-19. Mereka membaginya dengan kelompok kontrol lebih dari 2,2 juta populasi umum.

Ilustrasi golongan darah. [National Cancer Institute/Unsplash]
Ilustrasi golongan darah. [National Cancer Institute/Unsplash]

Temuannya, hanya ada sedikit hasil positif virus corona di antara mereka yang bergolongan darah O. Lalu, mereka yang bergolongan darah A, B dan AB paling banyak menunjukkan hasil positif virus corona Covid-19.

Peneliti juga memperhitungkan etnis yang mungkin memengaruhi golongan darah setiap orang. Menurut Dr Torben Barington, dari Rumah Sakit Universitas Odense, langkah ini sangat penting karena prevalensi golongan darah bisa bervariasi di berbagai kelompok etnis dan negara.

"Kami memiliki keuntungan dari kelompok kontrol yang kuat. Denmark adalah negara kecil yang secara etnis homogen dengan sistem kesehatan publik dan pusat pencatatan untuk data laboratorium. Jadi, kendali kami berbasis populasi dan memberikan dasar yang kuat atas temuan ini," jelas Dr Torben dikutip dari Mirror UK.

Studi kedua teradap 95 pasien virus corona yang sakit kritis di rumah sakit di Vancouver menemukan bahwa golongan darah A dan AB berisiko lebih tinggi mengalami gejala parah, dibadingkan mereka yang golongan darah O dan B.

Baca Juga: Kini Risiko Kematian Pasien Virus Corona Lebih Kecil, Ini Sebabnya!

Golongan darah A dan AB cenderung membutuhkan ventilasi mekanis. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki tingkat risiko kerusakan paru-paru akibat virus dan dialisis gagal ginjal yang lebih tinggi.

Komentar