Indonesia Sudah Bebas Polio, Kenapa Masih Harus Imunisasi Polio?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 17:47 WIB
Indonesia Sudah Bebas Polio, Kenapa Masih Harus Imunisasi Polio?
Imunisasi polio. (Shutterstock)

Suara.com - Memperingati Hari Polio Sedunia, Indonesia patut bersyukur sudah sejak 2014 lalu dinyatakan bebas polio oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Namun, meski Indonesia sudah bebas polio, kenapa anak-anak masih tetap harus menerima imunisasi polio?

Dokter Spesialis Anak dr. Arifianto, SpA mengatakan alasan utama adalah masih ada negara yang belum terbebas dari polio, sehingga masih ada peluang virus polio yang menyerang otak dan tulang belakang hingga berisiko kematian itu masuk dan menyebar di Indonesia.

"Meskipun Indonesia sudah bebas polio, tapi masih ada negara-negara lain di luar, seperti Afghanistan dan Pakistan, yang belum bebas polio, sehingga bisa terjadi perpindahan virus polio dari negara lain itu," ujar dr. Arifianto saat dihubungi suara.com, Sabtu (24/10/2020).

Alasan lain Indonesia harus tetap menjalankan imunisasi polio, karena WHO secara tegas mengatakan jika setiap negara di dunia tidak boleh menghilangkan imunisasi polio dalam program kesehatan nasionalnya, meski negara tersebut sudah dinyatakan bebas polio sekalipun.

"Jadi selama masih ada negara yang masih belum bebas polio di muka bumi, maka tidak boleh ada yang menghilangkan vaksin polio dari program nasional. Bahkan di negara maju pun, Amerika yang sudah puluhan tahun bebas polio pun, tidak menghilangkan vaksin polio sampai saat ini," terang dr. Arifianto.

Mengutip situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), rekomendasi vaksin polio diberikan sejak anak baru lahir. Apabila lahir di rumah, maka vaksin polio oral OPV-0 diberikan langsung saat itu juga. Namun apabila anak lahir di sarana kesehatan atau rumah sakit, OPV-0 diberikan saat bayi dipulangkan.

Selanjutnya, untuk polio-1 diberikan pada saat bayi berusia 2 bulan, polio-2 saat bayi berusia 3 bulan, dan polio-3 saat bayi berusia 4 bulan.

Vaksin polio-1 ini biasanya diberikan bersamaan dengan vaksin Hepatitis B, DTP, Hib, PCV dan Rotavirus. Selanjutnya Vaksin polio-2 biasanya diberikan bersamaan dengan Hepatitis B, DTP dan Hib.

Sedangkan untuk vaksin polio booster diberikan OPV atau IPV, diberikan pada saat anak berusia 18 bulan. Paling sedikit harus mendapat satu dosis vaksin IPV bersamaan dengan pemberian OPV-3.

baca juga

Seluruh program imunisasi wajib dijalankan, meski di tengah pandemi Covid-19 sekalipun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Polio Sedunia, Cara Aman Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19

Hari Polio Sedunia, Cara Aman Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19

Health | Sabtu, 24 Oktober 2020 | 16:20 WIB

Hari Polio Sedunia, Ini 7 Fakta Tentang Poliovirus yang Mengerikan

Hari Polio Sedunia, Ini 7 Fakta Tentang Poliovirus yang Mengerikan

Health | Sabtu, 24 Oktober 2020 | 11:52 WIB

Sejarah Hari Polio Sedunia, Perang Global Melawan Poliovirus

Sejarah Hari Polio Sedunia, Perang Global Melawan Poliovirus

Health | Sabtu, 24 Oktober 2020 | 11:41 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×