Pakar Minta Pemerintah Jangan Buru-buru Vaksinasi Covid-19 di 2020, Kenapa?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Senin, 26 Oktober 2020 | 11:52 WIB
Pakar Minta Pemerintah Jangan Buru-buru Vaksinasi Covid-19 di 2020, Kenapa?
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pearson0612/Pixabay]

Suara.com - Pemerintah memang sedang gencar-gencarnya mencari vaksin agar bisa segera menyudahi pandemi Covid-19 di Indonesia. Beragam kandidat vaksin Covid-19 sudah dibeli pemerintah Indonesia, mulai dari AstraZeneca, Sinopharm hingga Cansino. Meski, ketiga vaksin di atas masih dalam tahap uji klinis tahap akhir, dan tidak ada satupun yang diuji coba di Indonesia.

Inilah yang membuat Pakar Alergi dan Imunologi Prof. Dr. dr. Iris Rengganis bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) meminta pemerintah tidak terburu-buru melakukan vaksinasi akhir tahun 2020 seperti target pemerintah.

"Kita terus terang dari organisasi profesi PAPDI, sabar dulu, jangan buru-buru (vaksinasi Covid-19)," ujar Prof. Iris saat dihubungi Suara.com beberapa waktu lalu.

Dibanding langsung membeli kandidat vaksin Covid-19 dari luar, Prof. Iris meminta pemerintah untuk bersabar menunggu hasil uji coba kandidat vaksin kerjasama perusahaan farmasi BUMN RI, Bio Farma dengan farmasi China Sinovac.

Uji klinis tahap 3 akhir ini sedang dilakukan Fakultas Kedokteran Unpad kepada relawan di Bandung, Jawa Barat.

"Jadi kita sudah sepakat dari PAPDI tunda dulu, sampai tunggu di Bio Farma selesai, walaupun vaksin lain sudah diujicobakan di negara lain, tapi di negara kita, kita ingin tahu dulu bagaimana hasilnya," ungkap Prof Iris.

Berdasarkan prediksi, hasil uji klinis tahap 3 akhir vaksin sinovac kerjasama dengan Bio Farma baru akan usai pada Januari 2021 mendatang, setelahnya baru akan dilihat dan dievaluasi apakah dalam tubuh relawan terbentuk antibodi yang diinginkan dan bertahan berapa lama antibodi tersebut bertahan.

"Tunggu sampai selesai penelitian nanti di Bio Farma, itu laporannya Januari 2021. Jadi kalau bisa kita usulkan jangan tahun ini. Sabar, daripada ada efek samping KIPI," sambung Prof. Iris.

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah salah satu reaksi yang tidak diinginkan terjadi pada tubuh setelah mendapatkan vaksinasi atau imunisasi. KIPI yang timbul bisa beragam, dari mulai efek ringan hingga alergi parah yang cukup serius.

baca juga

Prof. Iris yang juga berpraktik sebagai dokter umum dan dokter spesialis penyakit dalam di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini membandingan pembuatan vaksin pada umumnya membutuhkan waktu 5 hingga 6 tahun per satu vaksin, tapi akibat pandemi ini pembuatan vaksin dikebut kurang dari 1 tahun.

"Memang benar ada otorisasi emergency, tapi juga harus ingat keselamatan orang-orang. Ini apalagi kita belum tahu vaksinnya," paparnya.

Meski uji klinis tahap 3 akhir selesai, kata Prof. Iris, tidak serta merta langsung bisa diberikan, ada beragam pertimbangan yang harus dirundingkan.

"Kalau 6 bulan aman, mungkin oke, karena kita bisa berikan. Tapi kita lihat 6 bulan itu antibodinya udah menurun atau belum," terang Prof. Iris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Tertunda, AstraZeneca Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19

Sempat Tertunda, AstraZeneca Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19

Tekno | Minggu, 25 Oktober 2020 | 07:30 WIB

Ini Daftar 20 Kategori Penerima Vaksin Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Ini Daftar 20 Kategori Penerima Vaksin Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Jakarta | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 15:21 WIB

Kemenkes Didorong Biaya Vaksin Agar Orang Miskin Gratis: Urusan Terawan

Kemenkes Didorong Biaya Vaksin Agar Orang Miskin Gratis: Urusan Terawan

News | Jum'at, 23 Oktober 2020 | 14:46 WIB

Terkini

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tak Sekadar Poin, Pelanggan Kini Bisa Dapat Benefit Fashion hingga Kuliner

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 11:37 WIB

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bosnya Keciduk, Saham Summarecon Agung Anjlok 6,02 Persen

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:31 WIB

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Status Menantu A Rafiq Sebelum Fahd A Rafiq Kena OTT KPK Kasus BPN Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Review Last Seen: Thriller yang Menekan Emosi, Bukan Cuma Twist Saja

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:30 WIB

Polda Metro Sita 518 Cartridge Vape Berisi Etomidate, Satu Pria Ditangkap.

Polda Metro Sita 518 Cartridge Vape Berisi Etomidate, Satu Pria Ditangkap.

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural

Ulasan Drakor Head Over Heels: Melawan Takdir Berbalut Romansa Remaja Supernatural

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Pasokan Minyak Dunia Terancam Lumpuh Total Usai Houthi Gempur Arab Saudi

Pasokan Minyak Dunia Terancam Lumpuh Total Usai Houthi Gempur Arab Saudi

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:29 WIB

Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO

Pemerintah Perlu Terapkan 5 Langkah untuk Atasi Transfer Pricing dan Underinvoicing CPO

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:25 WIB

Milad ke-23 AASI, Industri Asuransi Syariah Jaga Momentum Pertumbuhan

Milad ke-23 AASI, Industri Asuransi Syariah Jaga Momentum Pertumbuhan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:21 WIB

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

Berawal dari Perubahan Sikap di Sekolah, Aksi Bejat Karyawan Swasta Sodomi Pelajar Terbongkar

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:17 WIB

×