Dear Parents, Ini 4 Alasan Sebaiknya Anak Jangan Lewatkan Makan Siang

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 26 Oktober 2020 | 12:45 WIB
Dear Parents, Ini 4 Alasan Sebaiknya Anak Jangan Lewatkan Makan Siang
Ilustrasi anak makan siang. (Shutterstock)

Suara.com - Sarapan biasanya dianggap sebagai makanan terpenting untuk mengawali hari. Tetapi makan siang juga sama pentingnya. 

Situs web The American Academy of Pediatrics 'Healthy Children melaporkan bahwa apa yang dimakan oleh anak-anak saat siang hari punya peran penting dalam perkembangan fisik dan mentalnya. 

Disebutkan juga bahwa makan siang punya manfaat baik lainnya. Dikutip dari situs Hello Motherhood, berikut alasan sebaiknya tidak melewatkan makan siang. 

1. Sumber energi hingga sore hari

Kalori dalam makan siang anak sangat penting untuk tingkat energinya saat sore hari. Jika anak terus melewatkan makan siang, dia akan kekurangan protein, serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk konsentrasi juga fokus sampai dia ngemil saat sore atau makan malam. 

Ilustrasi anak makan sehat. (shutterstock)

Tanpa makan siang yang bergizi dan seimbang, anak mungkin merasa lesu dan lelah juga mungkin tidak akan termotivasi untuk menyelesaikan banyak hal. Anak akan merasa lapar yang menyebabkan sakit kepala, mudah marah dan kelelahan.

2. Waktu yang tepat untuk dapat gizi seimbang

Menu makan siang sebaiknya kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkannya untuk pertumbuhan dan kesehatan yang tepat. Tanpa makan siang yang seimbang, anak mungkin kekurangan nutrisi penting seperti kalsium, zat besi, dan vitamin C.

Anak-anak harus makan siang yang mencakup buah-buahan, sayuran, makanan berprotein dan susu rendah lemak atau produk olahan susu lainnya untuk mendapatkan apa yang dia butuhkan.

3. Bahan untuk berkonsentrasi

Konsentrasi dan fokus di kelas bergantung pada nutrisi yang tepat yang didapat anak dari makan siangnya. Makanan yang tepat saat makan siang akan membantu memberi kekuatan pada otak anak sehingga dia bisa sukses di sekolah. 

Jika anak tidak makan siang, dia mungkin kekurangan vitamin dan mineral yang dibutuhkan agar otaknya bekerja dengan baik sehingga. Makanan yang tidak sehat juga dapat menyebabkan penurunan energi yang menghalangi proses belajar. 

Biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, daging tanpa lemak, dan makanan olahan susu rendah lemak adalah bahan yang perlu dimakan anak untuk makan siang agar bermanfaat bagi kecerdasan otaknya.

4. Aktif bergerak

Jika anak Anda tidak makan makan siang yang sehat, ia akan memiliki sedikit motivasi atau kemampuan untuk melakukan kegiatan fisik lainnya. Anak aktif harus mengonsumsi makan siang yang sehat dan seimbang agar tubuhnya memiliki kemampuan untuk bergerak. Ketidakaktifan fisik dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak sehat, yang selanjutnya menghalangi kemampuan anak untuk terlibat dalam kegiatan fisik hingga dewasa.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gadis Usia 14 Tahun Nikah Karena Bosan Sekolah Daring, Netizen Miris

Gadis Usia 14 Tahun Nikah Karena Bosan Sekolah Daring, Netizen Miris

Jogja | Senin, 26 Oktober 2020 | 10:52 WIB

Langka! Anak Anjing Lahir Berbulu Hijau

Langka! Anak Anjing Lahir Berbulu Hijau

Tekno | Senin, 26 Oktober 2020 | 09:45 WIB

Selamat, Hilary Duff Umumkan Bakal Memiliki Anak Ketiga

Selamat, Hilary Duff Umumkan Bakal Memiliki Anak Ketiga

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB