Masalah Ini Dirasakan Anak Prasekolah & Usia Sekolah Saat Belajar Online

Vania Rossa
Masalah Ini Dirasakan Anak Prasekolah & Usia Sekolah Saat Belajar Online
Ilustrasi anak belajar online - (Unsplash/@anniespratt)

Orangtua harus tahu masalah yang dihadapi anak ketika belajar online, sehingga bisa membantu mengatasinya.

Suara.com - Menatap layar komputer telah menjadi kebiasaan para siswa sejak sekolah dari rumah diterapkan akibat pandemi Covid-19. Tetapi setiap anak dalam jenjang usia tertentu memiliki kemampuan berbeda untuk betah berlama-lama melakukan belajar online.

Dokter spesialis kejiwaan dr. Aimee Nugroho menjelaskan bahwa usia anak prasekolah memang tidak akan bisa duduk diam terlalu lama untuk belajar di depan layar.

"Problemnya yang saya lihat sekarang banyak anak ketika zoom, kalau usia prasekolah biasanya gak bisa duduk tenang. Jadi jarak lama bisa mempertahankan atensi gak bisa panjang. Kalau anak prasekolah zoom metting gak bisa lama. Dia akan ingin lari sana-sani," kata Aimee saat siaran langsung Instagram bersama Holistikcare beberapa waktu lalu.

Sementara anak usia sekolah, 7 tahun ke atas, umumnya bisa lebih lama untuk duduk diam mengikuti kelas online. Tetapi masih ada persoalan lain.

Baca Juga: Siswa Bunuh Diri karena Belajar Online, Guru Diminta Kurangi Tugas Sekolah

Dokter Aimee mengaku, sering terjadi pada beberapa pasiennya bahwa anak-anak usia sekolah bisa lebih tenang mengikuti kelas online tetapi fokusnya justru terpecah dengan melakukan aktivitas lain seperti menonton video atau bermain game.

"Yang sering jadi masalah di pasien saya, anak usia SMP ke atas saat belajar online, mereka nyolong lihat youtube, main game. Jadi memang capek melakukan zoom. Tapi tujuannya kan supaya bisa transfer ilmu," ujar Aimee.

Ia menyarankan, orangtua harus memastikan anak memeroleh transfer ilmu dari belajarnya tersebut. Pastikan anak bisa fokus terhadap pelajarannya tanpa terganggu dengan permainan di ponsel.

Sebab jika transfer ilmu bermasalah, anak tidak mengerti dengan pelajarannya bahkan hingga menyebabkan stres.

"Yang bikin stres kalau anak merasa gak pede karena gak dapat transfer ilmunya, dia jadi cemas," pungkas Aimee.

Baca Juga: Platform Belajar Online Alami Lonjakan Trafik selama Pandemi Covid-19

Komentar