Vaksinolog Ungkap Sebab Vaksin Jadi Cara Efektif Cegah Penyakit Infeksi

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 03 November 2020 | 15:35 WIB
Vaksinolog Ungkap Sebab Vaksin Jadi Cara Efektif Cegah Penyakit Infeksi
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Vaksin menjadi upaya paling efektif dalam mengatasi dan mencegah penyakit infeksi. Hal itu dikarenakan, sifat vaksin yang memberikan perlindungan spesifik. 

Menurut Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe Sp. PD.,  sifat spesifik itu tidak dimiliki oleh alat pencegahan lainnya. 

"Sudah dibuktikan bahwa vaksin menjadi alat atau upaya paling efektif dalam mencegah penyakit infeksi. Dan sifatnya spesifik, misalnya vaksin campak untuk melindungi dari penyakit campak. Vaksin influenza untuk mencegah terinfeksi influenza," jelas Dirga dalam webinar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Selasa (3/11/2020). 

Salah satu vaksin yang berhasil adalah musnahnya penyakit smallpox atau variola yang sempat mewabah pada tahun sekitar tahun 1900. Menurut Dirga, saat itu perbandingan angka kematian akibat penyakit variola sebanyak 1 dari 3 orang. 

Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe Sp. PD., dalam webinar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Selasa (3/11/2020).
Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe Sp. PD., dalam webinar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Selasa (3/11/2020).

"Kita sekarang sedang usaha menghilangkan penyakit campak dan polio. Sudah beberapa tahun terakhir Indonesia bebas polio, ini bukti bahwa imunisasi berhasil dengan cakupannya yang tinggi," katanya.

Untuk memastikan satu penyakit musnah, perlu adanya kekebalan kelompok atau herd immunity. Dirga menjelaskan, untuk mencapai kekebalan imunitas, cakupan vaksinasi juga harus luas. 

Jika dalam masyarakat cakupan imunisasi tinggi artinya banyak yang telah mendapat vaksin maka orang tersebut tidak hanya terlindungi secara pribadi, tetapi juga orang disekelilingnya, papar Dirga. 

Dokter spesialis penyakit dalam itu mengatakan, ada dua syarat untuk suatu kelompok bisa mendapat kekebalan.

"Pertama, vaksin memiliki efektifitas baik. Kedua, cakupan imunitas tinggi minimal 60-70 persen. Kita bersama-sama pemerintah juga dari tenaga kesehatan semua ingin cakupan vaksinasi tinggi paling tidak 90 persen," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Virologi Sebut Vaksin Masa Kini Bisa Dipercepat Berkat Teknologi

Ahli Virologi Sebut Vaksin Masa Kini Bisa Dipercepat Berkat Teknologi

News | Selasa, 03 November 2020 | 14:14 WIB

Teknologi Canggih Mungkinkan Penemuan Vaksin Lebih Cepat, Ini Buktinya

Teknologi Canggih Mungkinkan Penemuan Vaksin Lebih Cepat, Ini Buktinya

Health | Selasa, 03 November 2020 | 12:57 WIB

Orang Bergejala Covid-19 Punya Respons Kekebalan yang Bertahan 6 Bulan

Orang Bergejala Covid-19 Punya Respons Kekebalan yang Bertahan 6 Bulan

Health | Selasa, 03 November 2020 | 09:49 WIB

Terkini

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

×