Komnas PA Sebut Angka Perokok Anak Naik Saat Pandemi Covid-19

Risna Halidi, Luthfi Khairul Fikri

Kamis, 05 November 2020 | 17:40 WIB
Komnas PA Sebut Angka Perokok Anak Naik Saat Pandemi Covid-19
Ilustrasi merokok. (Unsplash/Jaroslav Devia)

Suara.com - Ketua Komnas Perlindungan Anak atau Komnas PA -- Arist Merdeka Sirait mengatakan pemerintah telah gagal melindungi anak dari adiksi rokok.

Itu, kata Arist, terbukti lewat implementasi PP 109/2012 yang tak kunjung direvisi oleh pemerintah.

"Sehingga kunci utama menebus kegagalan adalah dengan melakukan revisi menyeluruh terhadap PP 109/2012 tersebut untuk mengurangi tingkat perokok anak," ujar Arist dalam pernyataannya virtual, Kamis (5/11/2020).

Arist bercerita bagaimana ia mendapati ada 39 anak berusia di bawah lima tahun yang telah menjadi perokok pemula.  

"Kami juga mendapati 39 anak-anak di bawah 5 tahun menjadi perokok pemula atau kita sebut dengan baby smokers. Ini sangat berbahaya dan semakin terus meningkat saat masa pandemi Covid-19," jelasnya.

Selain itu, angka perokok anak di masa pandemi Covid-19 juga ikut meningkat. Itu terjadi karena anak tidak sekolah, sehingga bisa berpotensi terpapar iklan rokok yang ada di media sosial. Tidak hanya itu, lingkungan keluarga juga menjadi faktor penyebab anak merokok.

"Proses anak bertingkah laku dimulai dari melihat lingkungan kemudian melakukan peniruan. Lingkungan terdekat adalah keluarga, jadi beberapa anak yang mungkin orang tuanya merokok bisa saja anak akan mengikutinya," bebernya.

Melihat kondisi tersebut, dia menganggap pemerintah gagal dalam melindungi anak dari adiksi rokok.

"Bagi kami, pemerintah seperti tidak pernah serius dalam menangani masalah ini. Karena PP 109/2012 yang sudah delapan tahun diberlakukan malah justru tidak menolong anak-anak," tegas Arist.

baca juga

Dia juga menuturkan perlu melibatkan semua pihak, khususnya bersama Menteri Kesehatan yang menjadi garda terdepan perlindungan kesehatan masyarakat terutama untuk menangani permasalahan perokok anak-anak.

Adapun, berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, prevalensi perokok anak usia 10 hingga 18 tahun terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2013 terdapat 7,2 persen anak dan meningkat menjadi 9,1 persen pada 2018.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keren! Korea Utara Berlakukan Larang Merokok di Tempat Publik

Keren! Korea Utara Berlakukan Larang Merokok di Tempat Publik

Health | Kamis, 05 November 2020 | 17:09 WIB

WARNING: Indonesia Darurat Perokok Anak

WARNING: Indonesia Darurat Perokok Anak

Health | Kamis, 05 November 2020 | 15:34 WIB

Komnas PA: Medan Peringkat Pertama Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Komnas PA: Medan Peringkat Pertama Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:48 WIB

Terkini

Netizen Cari-cari Mbak Rara di Tengah Kebakaran Hutan, Katanya Punya 'Remote Langit'

Netizen Cari-cari Mbak Rara di Tengah Kebakaran Hutan, Katanya Punya 'Remote Langit'

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Jangan Korbankan Pedagang! Wakil Ketua DPRD Desak Pemkot Buka-bukaan Dokumen Pasar Shopping Metro

Jangan Korbankan Pedagang! Wakil Ketua DPRD Desak Pemkot Buka-bukaan Dokumen Pasar Shopping Metro

Lampung | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Begini Kondisi SPBU di Bali, Masih Terjadi Antrean BBM?

Begini Kondisi SPBU di Bali, Masih Terjadi Antrean BBM?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:31 WIB

InJourney Airports Bidik Permintaan Penerbangan Banyuwangi Lewat Pariwisata

InJourney Airports Bidik Permintaan Penerbangan Banyuwangi Lewat Pariwisata

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:28 WIB

Kenapa KSAD Diganti? Menantu Luhut Tukar Jabatan dengan Wakil Panglima TNI

Kenapa KSAD Diganti? Menantu Luhut Tukar Jabatan dengan Wakil Panglima TNI

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:21 WIB

Saiful Mujani: Gibran Tuh Jadi Beban Negara

Saiful Mujani: Gibran Tuh Jadi Beban Negara

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Sayur Nangka: Hasil Kebun dan Gaya Hidup Mengikat Perut in This Economy!

Sayur Nangka: Hasil Kebun dan Gaya Hidup Mengikat Perut in This Economy!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU

Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 8% dan Langsung Trading Halt

Setelah Pengumuman MSCI, IHSG Dibuka Anjlok 8% dan Langsung Trading Halt

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:11 WIB

Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur

Wacana Gaji ASN Disalurkan Lewat Koperasi Merah Putih Dinilai Sebagai Langkah Mundur

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:11 WIB

×