Studi Lancet: Perubahan Iklim Sebabkan Berbagai Penyakit, Terutama Kanker

Rauhanda Riyantama, Fita Nofiana

Jum'at, 06 November 2020 | 06:49 WIB
Studi Lancet: Perubahan Iklim Sebabkan Berbagai Penyakit, Terutama Kanker
Ilustrasi polusi udara. (Shutterstock)

Suara.com - Suhu yang meningkat, kebakaran hutan, kualitas udara yang buruk terjadi saat perubahan iklim. Hal ini yang bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan, termasuk meningkatnya kanker paru-paru, kulit, hingga masalah pencernaan.

Melansir dari Medicalxpress, para peneliti dari UC San Francisco melakukan analisis terhadap puluhan penelitian ilmiah yang telah diterbitkan. Para peneliti memberikan sinopsis efek yang mungkin terjadi akibat pemanasan global pada kanker yang disebabkan oleh racun lingkungan, radiasi ultraviolet, polusi udara, agen infeksius, serta gangguan pada pasokan makanan dan air.

Ulasan tersebut telah di terbitkan dalam jurnal The Lancet Oncology.

Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan sangat besar dan diperkirakan akan terus berkembang jika tidak ada tindakan cepat.

Temperatur tinggi, kualitas udara yang buruk, dan kebakaran hutan menyebabkan tingkat penyakit pernapasan dan kardiovaskular meningkat.

Sementara suhu yang lebih hangat dan pola curah hujan yang berubah meningkatkan risiko dan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui vektor, seperti malaria dan demam berdarah.

"Peristiwa cuaca ekstrim menyebabkan kematian, cedera, perpindahan, dan mengganggu layanan kesehatan," catat para peneliti.

Ilustrasi polusi udara di Cina. [AFP]
Ilustrasi polusi udara di Cina. [AFP]

Kanker secara luas diprediksikan menjadi penyebab utama kematian di abad ke-21. Di seluruh dunia, terdapat 24,5 juta kasus baru kanker dan 9,6 juta kematian pada 2017. Angka tersebut meningkat tajam dari 2008 dengan 12,7 juta kasus dan 7,6 juta kematian.

Dalam hal ini, polusi diperkirakan bertanggung jawab atas sebanyak 15 persen kasus kanker baru.

baca juga

Para peneliti mengatakan ancaman kanker terbesar kemungkinan besar berasal dari polusi udara, paparan radiasi ultra-kekerasan dan racun industri, dan gangguan pasokan makanan dan air.

Kanker paru-paru yang menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat akibat paparan materi partikulat dalam polusi udara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peradangan Kronis Sebabkan Sakit Jantung & Kanker, Atasi dengan Makanan Ini

Peradangan Kronis Sebabkan Sakit Jantung & Kanker, Atasi dengan Makanan Ini

Health | Kamis, 05 November 2020 | 11:28 WIB

7 Manfaat Daun Pandan Untuk Tubuh, Bisa Cegah Kanker

7 Manfaat Daun Pandan Untuk Tubuh, Bisa Cegah Kanker

Health | Selasa, 03 November 2020 | 06:05 WIB

Waspada, 5 Penyakit Serius Ini Justru Sering Diabaikan Oleh Pria!

Waspada, 5 Penyakit Serius Ini Justru Sering Diabaikan Oleh Pria!

Health | Senin, 02 November 2020 | 16:25 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×