Meniupkan Udara ke Vagina Selama Seks Oral Berbahaya? Ketahui Faktanya!

Senin, 09 November 2020 | 18:38 WIB
Meniupkan Udara ke Vagina Selama Seks Oral Berbahaya? Ketahui Faktanya!
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Suara.com - Ada berbagai mitos yang beredar tentang seks, salah satunya meniupkan udara ke vagina dapat menyebabkan kematian. Tapi, benarkah yang satu ini?

Dilansir Metro, ternyata hal ini dapat terjadi meski tidak secara langsung, yang disebabkan karena adanya emboli udara.

Emboli udara terjadi ketika satu atau lebih gelembung udara memasuki vena atau arteri dan memblokirnya.

Ini dapat terjadi dalam berbagai cara, meski hanya ada beberapa kasus yang terjadi saat berhubungan seks.

Menurut Healthline, meniupkan udara ke dalam vagina selama seks oral dapat menyebabkan emboli udara.

Ilustrasi kesehatan reproduksi perempuan, vagina.
Ilustrasi kesehatan reproduksi perempuan, vagina. (Shutterstock)

Dalam kasus ini, emboli udara dapat terjadi jika ada robekan atau cedera pada vagina atau rahim. Risikonya lebih tinggi pada wanita hamil, yang mungkin mengalami robekan pada plasenta mereka.

Gelembung udara ini dapat menyebar ke otak, jantung, atau paru-paru dan menyebabkan serangan jantung, stroke, atau gagal napas.

Sebuah artikel di International Journal of Legal Medicine pada 1990 melaporkan kasus seorang wanita hamil berusia 40 tahun yang menggunakan wortel untuk tujuan seksual.

Penyebab kematian dianggap karena emboli udara, dan diketahui bahwa gerakan seperti piston telah menyebabkan udara terperangkap di dalam vagina, masuk ke aliran darah karena kemungkinan ada robekan pada plasenta, memicu serangan jantung.

Baca Juga: Meski Enak dan Bikin Menggelinjang, Oral Seks Ternyata Juga Berbahaya

The Postgrad Medical Journal juga melaporkan pada 1998 bahwa Departemen Kesehatan Inggris telah menemukan tiga kasus kematian akibat emboli selama hubungan seksual vaginal dan satu kasus kematian terjadi akibat seks oral.

Meski demikian, ini adalah risiko yang sangat kecil, dan bukan sesuatu yang akan terjadi selama sesi hubungan intim intens.

Jadi, ini lebih tentang mendorong udara ke dalam vagina sambil menciptakan semacam 'segel' yang dapat menghentikan udara keluar, dan ini cenderung tidak terjadi pada praktik berhubungan seks pada umumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI