Diuji Tim Independen, Vaksin Pfizer Terbukti 90 Persen Ampuh Tangkal Corona

Risna Halidi | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 10 November 2020 | 11:37 WIB
Diuji Tim Independen, Vaksin Pfizer Terbukti 90 Persen Ampuh Tangkal Corona
Ilustrasi Pfizer. [Don Emmert/AFP]

Suara.com - Vaksin Covid-19 pabrikan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer sedang menjalani uji klinis fase 3 tahap akhir.

Vaksin ini diklaim 90 persen efektif melindungi manusia dari infeksi virus corona baru atau SARS CoV 2 penyebab sakit Covid-19. Penyataan ini disampaikan langsung oleh pihak Pfizer pada, Senin, 9 November 2020.

Vaksin ini dibuat atas kerjasama dengan perusahaan farmasi asal Jerman BioNTech, dan telah dievaluasi oleh tim Data Monitoring Committee independen dengan memeriksa sebanyak 94 peserta yang terinfeksi Covid-19 setelah menerima vaksin atau pil plasebo.

Pil plasebo adalah sejenis obat kosong, yang berfungsi untuk menguji efektivitas obat atau perawatan medis tertentu sebelum digunakan secara massal untuk banyak orang.

Hasil evaluasi menunjukkan dari 94 peserta yang diperiksa, hanya kurang dari 10 persen peserta yang menerima dua kali suntikan vaksin, kemudian terinfeksi Covid-19. Ini artinya kemanjuran vaksin Pfizer melindungi dari Covid-19 mencapai lebih dari 90 persen.

Sayangnya, pihak perusahaan belum merilis data aktual evaluasi dan uji coba yang sedang dijalankan, dan keampuhan 90 persen ini hanya dikabarkan melalui siaran pers kepada awak media.

"Ini benar-benar angka yang spektakuler. Saya tidak menyangka efektivitasnya akan setinggi ini, saya kira hanya akan mencapai 55 persen," ujar Ahli Imunologi Universitas Yale, Akiko Iwasaki, mengutip Live Science, Selasa (10/11/2020).

Jika angka ini benar dan bisa dibuktikan dengan data aktual evaluasi, maka vaksin Pfizer dianggap berhasil melampaui kriteria izin edar Food and Drug Administration (FDA), yang mensyaratkan vaksin minimal harus punya tingkat keefektifan 50 persen.

Sementara itu uji klinis tahap 3 akhir Pfizer dilakukan kepada 43.538 peserta yang berasal dari AS, Argentina, Turki, Brasil, Jerman, dan Afrika Selatan.

Sebanyak 30 persen peserta berasal dari AS dan 42 persen peserta berasal dari berbagai negara di dunia, terdiri dari ras dan etnis yang beragam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uji Klinis Vaksin Memuaskan, Pengusaha Diminta Segera Panaskan Mesin

Uji Klinis Vaksin Memuaskan, Pengusaha Diminta Segera Panaskan Mesin

Bisnis | Selasa, 10 November 2020 | 11:15 WIB

Uji Klinis Tahap III, Australia Mulai Produksi Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Uji Klinis Tahap III, Australia Mulai Produksi Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Health | Selasa, 10 November 2020 | 10:57 WIB

Uji Klinis Vaksin Pfizer Menggembirakan, IHSG Menguat ke Level 5.424

Uji Klinis Vaksin Pfizer Menggembirakan, IHSG Menguat ke Level 5.424

Bisnis | Selasa, 10 November 2020 | 09:25 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB