Habib Rizieq Pulang, Ketahui Pedoman Protokol Kesehatan Kepulangan WNI

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 10 November 2020 | 13:59 WIB
Habib Rizieq Pulang, Ketahui Pedoman Protokol Kesehatan Kepulangan WNI
Habib Rizieq Shihab (HRS) (tengah) tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]

Suara.com - Setelah 3,5 tahun di Arab Saudi, Habib Rizieq Shihab akhirnya pulang ke Indonesia pada Selasa (10/11). Habib Rizieq tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pukul 09.00 WIB.

Habib Rizieq datang bersama keluarganya dan kadatangannya langsung disambut para pendukungnya.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta aparat kepolisian agar tak berlebihan mengamankan kepulangan Habib Rizieq.

"Aparat tidak usah terlalu berlebih-lebihan ini masalah biasa saja anggap hal yang reguler," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (9/11/2020).

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah mengeluarkan protokol kesehatan penanganan kepulangan WNI dan kedatangan WNA dari luar negeri yang diunggah melalui laman resmi kemlu.go.id. Berikut pedomannya:

Habib Rizieq Shihab (TVone)
Habib Rizieq Shihab (TVone)

1. Bagi WNI/WNA yang membawa health certificate untuk membuktikan hasil pemeriksaan PCR negatif virus corona Covid-19, berikut ini yang bisa dilakukan:

  • Lakukan pemeriksaan kesehatan tambahan kecuali rapid test atau PCR.
  • Jika tak memiliki penyakit atau faktor risiko pada pemeriksaan kesehatan, KKP menerbitkan klirens kesehatan dan Health Alert Card (HAC) kepada yang bersangkutan.
  • Pihak bersangkutan bisa melanjutkan perjalanan ke daerah asal atau tujuan dengan membawa surat jalan dari pihak Satgas Penanganan Covid-19 dan selalu menerapkan protokol kesehatan, termasuk pakai masker selama perjalanan.
  • Lakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari, jaga jarak, pakai masker dan menerapkan perilaku hidup bersih serta sehat (PHBS).
  • Khusus WNI, klirens kesehatan diserahkan kepada pihak RT/RW setempat yang selanjutnya diteruskan kepada puskesmas setempat agar tetap terpantau.
  • Khusus WNA, klirens kesehatan diserahkan kepada pihak perwakilan negaranya untuk diteruskan ke dinas kesehatan kabupaten/kota setempat untuk dipantau selama karantina mandiri.

2. Bagi WNI yang pulang tidak membawa health certificate atau masa berlakunya sudah lebih dari 7 hari atau tidak membuktikan hasil pemeriksaan PCR negatif Covid-19, maka ia harus melakukan pemeriksaan kesehatan tambahan, termasuk rapid test atau PCR.

3. Apabila bisa dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksaan PCR di pintu masuk, WNI bisa menunggu sementara di fasilitas karantina yang disiapkan sampai hasil pemeriksaan PCR keluar.

WNI dengan hasil PCR negatif Covid-19 dan tidak memiliki penyakit atau faktor risiko lain pada pemeriksaan kesehatan, maka ini langkah yang harus dilakukan:

  • Diberikan klirens kesehatan oleh petugas kesehatan di fasilitas karantina.
  • Membawa Health Alert Card (HAC) yang sudah diberikan di pintu masuk.
  • Anda bisa melanjutkan perjalanan ke daerah asal atau tempat tujuan dengan membawa surat jalan dari Satgas Penanganan Covid-19 dan selalu menerapkan protokol kesehatan termasuk memakai masker selama perjalanan.
  • Melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari, jaga jarak, pakai masker dan menerapkan perilaku hidup bersih.
  • Klirens kesehatan diserahkan kepada RT/RW setempat yang diteruskan ke puskesmas setempat untuk dipantau selama karantina mandiri.

4. Apabila tidak bisa dilakukan pemeriksaan PCR di pintu masuk, terhadap WNI dilakukan pemeriksaan rapid test.

5. WNI dengan hasil rapid test nonreaktif, maka:

  • Harus karantina di rumah atau fasilitas yang disediakan pemerintah.
  • Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nasional/Daerah ataupun pihak lainnya menyediakan fasilitas transportasi dari pintu masuk ke fasilitas karantina.
  • KKP tetap memberikan HAC pada orang yang bersangkutan.
  • Masa karantina berlangsung sampai muncul hasil pemeriksaan PCR negatif virus corona dan pemeriksaan ulang rapid test pada hari ke-7 sampai ke-10 non reaktif.

6. WNI dengan hasil rapid test reaktif atau hasil pemeriksaan PCR positif Covid-19 dirujuk ke rumah sakit darurat/rumah sakit rujukan di wilayah setempat dengan menerapkan protokol rujukan penyakit infeksi.

7. Pada WNA yang datang tidak membawa health certificate atau sudah lebih dari 7 hari atau tidak membuktikan pemeriksaan PCR negatif, maka:

  1. WNA tetap melakukan pemeriksaan kesehatan tambahan, termasuk rapid test.
  2. Jika hasil pemeriksaan rapid test reaktif, WNA yang memiliki komorbid atau gejala demam perlu dirujuk ke RS darurat atau RS rujukan.
  3. Jika hasil pemeriksaan rapid test nonreaktif, lakukan karantina di rumah atau fasilitas yang tersedia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiba di Petamburan, Rizieq Lambaikan Tangan ke Simpatisan dari Atas Mobil

Tiba di Petamburan, Rizieq Lambaikan Tangan ke Simpatisan dari Atas Mobil

News | Selasa, 10 November 2020 | 13:59 WIB

Bikin Penasaran, Ternyata Segini Harga Plat Mobil Habib Rizieq 'B 1 FPI'

Bikin Penasaran, Ternyata Segini Harga Plat Mobil Habib Rizieq 'B 1 FPI'

Riau | Selasa, 10 November 2020 | 13:54 WIB

4 Kontroversi Habib Rizieq, Kasus Chat Porno sampai Pengeroyokan di Monas

4 Kontroversi Habib Rizieq, Kasus Chat Porno sampai Pengeroyokan di Monas

News | Selasa, 10 November 2020 | 13:55 WIB

Terkini

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB