800.000 Anak Meninggal Dunia Karena Pneumonia, Ini Kata Menkes Terawan

M. Reza Sulaiman, Luthfi Khairul Fikri

Jum'at, 13 November 2020 | 06:05 WIB
800.000 Anak Meninggal Dunia Karena Pneumonia, Ini Kata Menkes Terawan
Ilustrasi pneumonia [shutterstock]

Suara.com - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Terawan Agus Putranto mengatakan, 10 persen atau 800.000 anak Indonesia meninggal dunia karena pneumonia.

Hal itu berdasarkan laporan Sampel Sistem Registrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) tahun 2016.

"800.000 anak Indonesia meninggal dunia akibat pneumonia, yang berdasarkan sampel sistem registrasi Balitbangkes 2016," ujar Terawan dalam pernyataannya secara virtual di youtube Save The Children Indonesia, Kamis (12/11/2020).

Pneumonia sendiri merupakan infeksi akut yang mengenai pada paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit atau jamur ditularkan melalui udara atau droplet dan merupakan penyakit berbahaya bagi kelompok rentan seperti balita.

Menurutnya, dalam menanggulangi pneumonia, pemerintah juga telah meningkatkan akses tata kelola dan pelayanan kesehatan balita, meningkatkan peran serta masyarakat dalam rangka mendeteksi dini pneumonia.

Kendati begitu, ia juga mengajak pada semua semua pihak pemangku kebijakan, lintas sektor, organisasi profesi kesehatan, organisasi masyarakat untuk berkontribusi mencegah pneumonia dengan mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat, serta ciptakan lingkungan yang sehat

"Keluarga berperan besar terhadap kesehatan anak sebagai generasi penerus bangsa. Dengan demikian, mereka (anak-anak) harus mendapat perlindungan dan hak kesehatan, termasuk terhindar dari pneumonia," tegas Terawan.

Dia juga menyebut caranya orangtua, terutama seorang ibu perlu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan menyusui ditambah MPASI sampai 2 tahun, dan menuntaskan imunisasi anak, mengobati ke fasilitas kesehatan jika anak sakit.

Selain itu, tak hanya pemberian ASI eksklusif dan MPASI secara teratur, pun juga kecukupan pada gizi anaknya dan hidup bersih serta sehat.

baca juga

Lalu, ibu juga perlu memanfaatkan buku kesehatan anak untuk mendapatkan informasi kesehatan anak.

Sementara, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bintang Puspayoga menambahkan bahwa sumber daya yang paling berharga negara yaitu manusia yang berkualitas, khususnya terhadap kesehatan anak-anak di masa depan.

Menurut dia, berdasarkan survei status gizi balita Indonesia tahun 2019 angka stunting nasional masih tergolong tinggi yaitu 27,7 persen, kemudian berdasarkan persentase bayi yang mendapatkan ASI eksklusif hanya 65 persen.

"Tentunya hal ini patut menjadi perhatian kita semua karena melindungi adalah tugas kita bersama sehingga memastikan anak hidup secara sehat, dan berefek jangka panjang sebagai bonus demografis Indonesia," bebernya.

Ketua Save The Children, Selina Sumbung mengaku pihaknya juga sangat berkomitmen dan bertekad untuk menekan angka kasus Pneumonia, yang faktanya memang saat ini menjadi penyakit nomor satu yang bisa membunuh balita di dunia, termasuk di Indonesia

"Kami sangat berkomitmen membantu pemerintah dalam menangani kasus pneumonia. Hal ini juga merupakan sejalan dengan visi dan misi kami dalam mengajak masyarakat untuk mempraktikkan pola hidup sehat dan mematikan gizi seimbang untuk anaknya," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vidi Aldiano Sempat Pneumonia Sebulan Sebelum Meninggal, Ini Bahayanya bagi Pasien Kanker Ginjal

Vidi Aldiano Sempat Pneumonia Sebulan Sebelum Meninggal, Ini Bahayanya bagi Pasien Kanker Ginjal

Lifestyle | Minggu, 08 Maret 2026 | 12:21 WIB

Bukan Cuma Penyakit Orang Tua, Ini 5 'Jurus Sakti' Biar Gak Kena Pneumonia

Bukan Cuma Penyakit Orang Tua, Ini 5 'Jurus Sakti' Biar Gak Kena Pneumonia

Your Say | Senin, 17 November 2025 | 08:05 WIB

Dikira 'Lebih Aman', Dokter Paru Ungkap Vape Punya Bahaya yang Sama Ngerinya dengan Rokok

Dikira 'Lebih Aman', Dokter Paru Ungkap Vape Punya Bahaya yang Sama Ngerinya dengan Rokok

Your Say | Minggu, 16 November 2025 | 11:34 WIB

Waspada! Pneumonia Mengintai Dewasa dan Lansia, PAPDI: Vaksinasi Bukan Hanya untuk Anak-Anak

Waspada! Pneumonia Mengintai Dewasa dan Lansia, PAPDI: Vaksinasi Bukan Hanya untuk Anak-Anak

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 16:16 WIB

Studi: 1 dari 20 Balita Jakarta Kena Pneumonia akibat Polusi Udara

Studi: 1 dari 20 Balita Jakarta Kena Pneumonia akibat Polusi Udara

Health | Kamis, 10 Juli 2025 | 13:22 WIB

Sejumlah 99 Jemaah Haji Terserang Pneumonia, DPR Ingatkan Protokol Kesehatan

Sejumlah 99 Jemaah Haji Terserang Pneumonia, DPR Ingatkan Protokol Kesehatan

News | Jum'at, 23 Mei 2025 | 20:55 WIB

Mengenal Pneumonia, Diduga Penyebab Meninggalnya Mbok Yem sampai Paus Fransiskus

Mengenal Pneumonia, Diduga Penyebab Meninggalnya Mbok Yem sampai Paus Fransiskus

Lifestyle | Kamis, 24 April 2025 | 07:07 WIB

Paus Fransiskus Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Pneumonia Bilateral, Kenali Ciri-cirinya

Paus Fransiskus Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Pneumonia Bilateral, Kenali Ciri-cirinya

Lifestyle | Senin, 21 April 2025 | 18:08 WIB

Benarkah Pengharum Ruangan Semprot dan Kamar Lembap Sebabkan Pneumonia?

Benarkah Pengharum Ruangan Semprot dan Kamar Lembap Sebabkan Pneumonia?

Lifestyle | Kamis, 17 April 2025 | 14:53 WIB

Vatikan Rilis Foto Paus Fransiskus di Rumah Sakit, Begini Kondisinya

Vatikan Rilis Foto Paus Fransiskus di Rumah Sakit, Begini Kondisinya

News | Senin, 17 Maret 2025 | 13:19 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×