Virus Corona Covid-19, Berapa Kali Orang Butuh Suntikan Vaksin?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 17 November 2020 | 15:23 WIB
Virus Corona Covid-19, Berapa Kali Orang Butuh Suntikan Vaksin?
Ilustrasi Vaksin Virus Corona Covid-19. (Pixabay/PhotoLizM)

Suara.com - Vaksin dipandang sebagai satu-satunya jalan untuk menghentikan pandemi virus corona Covid-19. Saat ini vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech pun menunjukkan hasil mampu mencegah penularan virus corona 90 persen.

Vaksin Pfizer ini pun seolah menjadi harapan dunia untuk mengakhiri pandemi virus corona Covid-19. Meskipun hasil uji coba tahap akhir vaksin ini masih dalam proses.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan masyarakat untuk tidak berhenti menggunakan metode pencegahan penyebaran virus corona, seperti jaga jarak, memakai masker, dan cuci tangan teratur.

Pada suntikan pertama, pasien akan mendapatkan satu dosis vaksin yang berfungsi membantu sistem kekebalan memproduksi antibodi untuk melawan virus corona Covid-19.

Lalu, dosis kedua vaksin virus corona akan diberikan 21 hari setelah mendapatkan suntikan pertama. Setelah vaksinasi, orang akan memiliki antibodi dan sel-T yang bisa melawan virus bila sewaktu-waktu terinfeksi.

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Tapi, masih belum jelas perlukah vaksin virus corona Covid-19 ini diberikan setiap tahunnya untuk membentuk kekebalan. Biasanya suntikan flu diberikan setiap tahun, karena jenis penyakit terkait flu yang berbeda sering muncul.

Di samping masalah tersebut, Pfizer dan BioNTech telah mengonfirmasi bahwa vaksin virus corona buatannya tidak ada masalah kemanan yang serius.

Karena, 4 jenis vaksin virus corona telah melalui uji klinis sebelumnya. Tapi, vaksin Pfizer ini menunjukkan efek samping yang paling sedikit, seperti demam dan kelelahan.

"Dari semua vaksin virus corona yang sekarang dikembangkan, vaksin Pfizer ini selalu terlihat paling menarik karena fokus pada bagian virus yang mengikat sel manusia," jelas Ian Jones, profesor virologi di University of Reading dikutip dari Express.

Data uji coba vaksin virus corona ini juga menunjukkan hasil baik dalam hal kemungkinan toksisitas terkait dengan produk RNA dan tidak memiliki efek samping serius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksin Siap Diluncurkan, Pfizer Mulai Program Percontohan Imunisasi di AS

Vaksin Siap Diluncurkan, Pfizer Mulai Program Percontohan Imunisasi di AS

Health | Selasa, 17 November 2020 | 14:33 WIB

Moderna dan Pfizer Gunakan Teknologi Sama dalam Pembuatan Vaksin Covid-19

Moderna dan Pfizer Gunakan Teknologi Sama dalam Pembuatan Vaksin Covid-19

Health | Selasa, 17 November 2020 | 14:09 WIB

Curhat Wanita yang Alami Long Covid-19, Gusi Berdarah hingga Rambut Rontok

Curhat Wanita yang Alami Long Covid-19, Gusi Berdarah hingga Rambut Rontok

Health | Selasa, 17 November 2020 | 13:49 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB