Studi: Pola Makan Mediterania Mungkin Bisa Bantu Redakan Stres

Angga Roni Priambodo | Fita Nofiana | Suara.com

Sabtu, 21 November 2020 | 10:40 WIB
Studi: Pola Makan Mediterania Mungkin Bisa Bantu Redakan Stres
Ilustrasi diet mediterania, salad, diet mind, makanan sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Pola makan dan stres mungkin terlihat tidak memiliki hubungan satu sama lain. Namun studi pengamatan telah menemukan bahwa orang yang makan banyak buah dan sayuran atau mengikuti diet Mediterania lebih bisa merespons stres.

Sebaliknya, para peneliti juga menemukan hubungan antara gula tinggi dan asupan lemak jenuh serta kadar hormon stres kortisol dalam darah yang tinggi.

Melansir dari Medical News Today, para peneliti di Wake Forest School of Medicine di Winston-Salem, New York membandingkan efek jangka panjang dari pola makan khas Barat dengan pola makan Mediterania terhadap ketahanan stres.

"Sayangnya, orang Amerika mengonsumsi makanan yang kaya protein hewani dan lemak jenuh, garam, dan gula, jadi kami ingin mengetahui apakah diet tersebut memperburuk respons tubuh terhadap stres dibandingkan dengan pola makan Mediterania yang banyak mengandung protein dan lemak dari sumber tumbuhan," kata Carol A. Shively, seorang profesor patologi dan kedokteran komparatif di Sekolah Kedokteran Wake Forest dan peneliti utama studi tersebut.

Studi ini mereka telah dipublikasikan di jurnal Neurobiology of Stress.

Para peneliti membandingkan efek dua diet pada 38 kera betina paruh baya selama 31 bulan yang secara kasar setara dengan 9 tahun manusia.

Makanan Mediterania mengandung protein dan lemak terutama berasal dari tumbuhan, beberapa protein tanpa lemak dari ikan dan produk susu, serta kandungan lemak tak jenuh tunggal tinggi terutama berasal dari minyak zaitun extra virgin.

Pola makan tersebut memasukkan lebih banyak karbohidrat kompleks dan serat serta lebih sedikit garam dan gula rafinasi daripada pola makana ala Barat.

Selama percobaan, hewan yang makan makanan Barat mengumpulkan lebih banyak jaringan lemak dan memiliki profil bakteri usus yang berbeda dibandingkan dengan mereka yang menerima diet Mediterania. Mereka juga mengembangkan resistensi insulin yang lebih besar dan penyakit hati berlemak.

Para ilmuwan menciptakan stres akut yang singkat dengan mengisolasi individu dari kelompok lainnya selama 30 menit pada suatu waktu.

Ilustrasi menu diet Mediterania, salad sayur. (Shutterstock)
Ilustrasi menu diet Mediterania, salad sayur. (Shutterstock)

Kera yang mengonsumsi makanan Mediterania lebih tangguh secara fisiologis terhadap tantangan stres. Ini menunjukkan respon yang lebih kuat dari sistem saraf parasimpatis mereka di mana meningkatkan respons relaksasi untuk memulihkan tubuh ke keadaan tenang setelah mengalami stres.

“Berdasarkan temuan yang dilaporkan di sini, pola diet Mediterania dapat berfungsi sebagai strategi diet untuk mengurangi efek merusak dari stres pada kesehatan tanpa efek samping," kata Prof. Shively.

Meskipun begitu para peneliti menegaskan bahwa penelitian pada manusia masih diperlukan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Donna Agnesia Atasi Stres Bagi Para Ibu di Masa Pandemi

Tips Donna Agnesia Atasi Stres Bagi Para Ibu di Masa Pandemi

Health | Sabtu, 21 November 2020 | 05:15 WIB

Alami Stres Selama #DiRumahAja? Coba Lakukan Hal Ini untuk Mengatasinya

Alami Stres Selama #DiRumahAja? Coba Lakukan Hal Ini untuk Mengatasinya

Your Say | Kamis, 19 November 2020 | 16:16 WIB

Belajar Online Makan Korban, Gadis SMA Tewas karena Stres Banyak Tugas

Belajar Online Makan Korban, Gadis SMA Tewas karena Stres Banyak Tugas

Kalbar | Rabu, 18 November 2020 | 17:03 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB