Mantan Timnas Ricky Yacobi Meninggal, Pesepak Bola Riskan Serangan Jantung?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 21 November 2020 | 12:27 WIB
Mantan Timnas Ricky Yacobi Meninggal, Pesepak Bola Riskan Serangan Jantung?
Ricky Yacobi meninggal dunia. (JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha)

Suara.com - Menjelang akhir tahun 2020, kabar duka kembali datang dari dunia sepak bola Indonesia. Mantan pemain Timnas Indonesia, Ricky Yacobi, meninggal dunia karena serangan jantung saat tengah bermain bola, Sabtu (21/11/2020) pagi.

Meski serangan jantung bisa menimpa siapa saja, namun fenomena pesepak bola mengalami serangan jantung seperti Ricky bukanlah satu-satunya. Sudah banyak kasus pesepak bola meninggal karena serangan jantung, baik di dalam maupun luar negeri.

Kematian karena serangan jantung juga dialami pemain Kamerun, Marc Vivien Foe, yang meninggal di lapangan pada usia 28 tahun, dan mantan bek Inggris Ugo Ehiogu meninggal di usia 44 tahun.

Mengutip BBC, Sabtu (21/11/2020), ternyata risiko meninggal karena serangan jantung yang dialami pesepak bola tidak bisa dianggap remeh. Bahkan para ahli memperkirakan risiko kematian lebih tinggi sebagaimana yang diungkap dari hasil penelitian.

Penelitian ini sudah dipublikasi di situs New England Journal of Medicine, dengan menganalisis data 11.168 pemain muda sepak bola Inggris selama dua dekade atau dua puluh tahun lamanya.

Kardiomiopati adalah salah satu penyakit yang mempengaruhi otot jantung, yang juga dikenal sebagai silent killer atau pembunuh dalam diam, karena biasanya penyakit ini tanpa gejala, lalu terjadilah serangan jantung secara tiba-tiba.

Dan risiko akan semakin meningkat pada atlet elit dengan latihan yang ketat, karena aktivitas mereka sangat membebani jantung. Adrenalin saat bermain, rendahnya elektrolit, serta dehidrasi atau kekurangan cairan bisa sangat meningkatkan risiko serangan jantung.

Tapi sayangnya, belum ada satupun pakar yang yakin angka pasti kematian akibat serangan jantung pada pesepak bola.

Ahli hanya memperkirakan kejadian serangan jantung dialami 2 dari 100.000 pemain. Tapi analisis pakar lainnya menyebut angka kejadian bisa lebih dari itu, bahkan mencapai 7 dari 100.000 pemain.

"Ini sama artinya kita harus sadar terhadap fakta bahwa risiko kematian lebih tinggi daripada yang kita duga, meskipun masih jarang ditemukan," ujar ahli jantung Prof. Sanjay Sharma selaku peneliti di St George's University of London.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Meninggalnya Legenda Timnas Ricky Yacobi

Kronologi Meninggalnya Legenda Timnas Ricky Yacobi

Bola | Sabtu, 21 November 2020 | 12:15 WIB

Detik-detik Legenda Timnas Ricky Yacobi Meninggal Saat Main Bola

Detik-detik Legenda Timnas Ricky Yacobi Meninggal Saat Main Bola

Bola | Sabtu, 21 November 2020 | 11:00 WIB

Striker Legenda Timnas Ricky Yacobi Meninggal Dunia Usai Cetak Gol

Striker Legenda Timnas Ricky Yacobi Meninggal Dunia Usai Cetak Gol

Bola | Sabtu, 21 November 2020 | 10:45 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB